240 Operasi Pasar Digelar hingga Lebaran, Pemkot Semarang Jaga Stabilitas Harga Pangan

waktu baca 3 menit
Senin, 9 Mar 2026 11:18 17 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperkuat intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digelar di Kantor Kecamatan Semarang Barat serta Pasar Pangan Murah “Pak Rahman” di Kecamatan Mijen, Jumat (6/3), Pemkot menargetkan pelaksanaan hingga 240 operasi pasar sampai akhir Ramadan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat. Program ini dilaksanakan bersama Satgas Pangan Kota Semarang dengan memaksimalkan operasional pasar keliling “Pak Rahman” atau Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman, serta armada “Kempling Semar”.

“Berdasarkan koordinasi dengan Satgas Pangan, jumlah operasi pasar kami tingkatkan. Targetnya mencapai 240 titik hingga akhir Ramadan. Setiap hari armada bergerak ke tiga hingga empat lokasi agar distribusi bahan pangan bisa langsung menjangkau masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan GPM serentak tersebut, distribusi bahan pangan berlangsung dalam skala besar. Di Kecamatan Semarang Barat, misalnya, disalurkan sekitar 1,5 ton beras SPHP, 3 ton beras medium, 300 kilogram bawang putih, serta berbagai komoditas lain seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras. Penyaluran ini didukung oleh 23 mitra strategis.

Sementara itu, di Kecamatan Mijen juga dilakukan penyaluran bahan pangan dengan komposisi yang serupa, namun dilengkapi tambahan stok sumber protein seperti daging dan ayam, menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.

“Tim Kempling Semar bekerja sangat terukur. Di Mijen permintaan daging dan ayam cukup tinggi sehingga stoknya lebih lengkap. Sementara di Semarang Barat lebih fokus pada kebutuhan pokok dasar. Hampir tidak ada barang yang tersisa karena distribusinya disesuaikan dengan kebutuhan warga di tiap wilayah,” jelasnya.

Upaya intervensi yang dilakukan secara konsisten ini mulai berdampak pada stabilitas harga komoditas di pasar tradisional. Agustina menyebutkan bahwa harga cabai yang sebelumnya sempat mencapai Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp75.000 per kilogram melalui strategi distribusi langsung dari produsen.

Ia berharap langkah tersebut dapat terus menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengingat fluktuasi harga pangan dapat terjadi sepanjang tahun, tidak hanya menjelang Lebaran.

“Kami ingin upaya ini terus berlanjut agar harga kebutuhan pokok tetap stabil. Satgas Pangan selalu bergerak memantau kondisi di lapangan agar masyarakat merasa tenang karena ketersediaan bahan pangan tetap terjaga,” katanya.

Agustina menambahkan, keberhasilan menekan inflasi Kota Semarang hingga 2,1 persen pada akhir tahun lalu menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, sistem distribusi pangan yang sehat menjadi salah satu kunci kesejahteraan warga.

“Ketersediaan pangan yang terjangkau sangat menentukan kesejahteraan masyarakat. Tugas kami memastikan akses pangan terbuka luas dan harganya tetap terjangkau bagi seluruh warga Kota Semarang,” pungkasnya. (*)

LAINNYA
x