Beauty Class di Rutan, Tim Penggerak PKK Kota Salatiga Dukung Kepercayaan Diri Warga BinaanNALARMEDIA.COM – Tim Penggerak PKK Kota Salatiga menggelar kegiatan Beauty Class bagi sahabat binaan perempuan di Rumah Tahanan Kelas IIB Kota Salatiga, Senin (19/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan tersebut diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan perawatan diri sekaligus membangun kepercayaan diri dan kesiapan mental.
Beauty Class ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kota Salatiga dan Viva Cosmetics. Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga dan diikuti 25 sahabat binaan perempuan. Peserta mendapatkan pelatihan dasar perawatan diri dan tata rias yang bersifat praktis serta memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai keterampilan usaha setelah kembali ke masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis kecantikan, tetapi juga memiliki dampak psikologis dan ekonomi bagi sahabat binaan perempuan.
Menurutnya, perawatan diri merupakan bagian dari proses menghargai dan mencintai diri sendiri. Dari situ, rasa percaya diri dapat tumbuh, disertai harapan serta keterampilan yang berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi di masa depan.
Retno juga menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berubah dan berkembang. Masa lalu, kata dia, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk terus belajar dan menata kehidupan yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Kota Salatiga, Anton Adi Ristanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat menambah kompetensi sahabat binaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh dari Beauty Class dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha, seperti bidang tata rias atau perawatan diri, setelah masa pembinaan selesai.
Melalui kegiatan ini, sahabat binaan perempuan diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga membangun rasa percaya diri, semangat untuk bangkit, serta kesiapan mental dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan yang humanis, produktif, dan mendorong kemandirian warga binaan melalui kolaborasi lintas pihak. (***)