Pemprov Jateng Evaluasi Kerusakan Infrastruktur Pascabanjir Pantura

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 19:51 26 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Di tengah penanganan banjir yang masih berlangsung, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memetakan dampak pascabencana, termasuk menghitung kerusakan infrastruktur di jalur Pantura. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut, pendataan dilakukan secara bertahap karena banjir belum sepenuhnya surut di sejumlah daerah.

Menurutnya, jalur utama Pantura dari Rembang hingga Semarang menjadi perhatian, mengingat kerusakan terjadi tidak hanya pada jalan nasional, tetapi juga jalan provinsi dan kabupaten akibat tingginya aktivitas kendaraan saat banjir. Pemprov Jateng juga menyiapkan pengajuan anggaran perbaikan, termasuk rencana peninggian tanggul dan normalisasi sungai sebagai langkah pencegahan banjir berulang.

Taj Yasin menjelaskan, banjir di wilayah Pati dipicu limpasan debit air yang tinggi dan diperparah kondisi rob, sehingga pembuangan air menjadi lebih sulit. Sementara di Kota Pekalongan, pembangunan bendungan karet di Sungai Bremi dinilai mendesak, meski membutuhkan anggaran besar dan harus melalui dialog dengan masyarakat, khususnya nelayan.

Untuk penanganan darurat, Pemprov Jateng bersama BNPB melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Pantura sejak 15 Januari dan diperpanjang hingga 24 Januari, menyesuaikan perkembangan cuaca dari BMKG. Hingga kini, banjir masih terjadi di Kabupaten Pati, Kudus, dan Pekalongan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menegaskan, keselamatan warga tetap menjadi prioritas. Evakuasi terus dilakukan bersama TNI, Polri, dan relawan, sementara kebutuhan dasar pengungsi dipenuhi melalui pemanfaatan fasilitas umum serta dukungan berbagai pihak. (***)

LAINNYA