Rehabilitasi Lereng Gunung Jadi Prioritas, Temanggung Siapkan Ribuan Bibit

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 07:59 19 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Lahan kritis di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama masyarakat melalui program penghijauan berkelanjutan. Setiap tahun, pemkab menyiapkan sekitar 5.000 hingga 7.000 bibit tanaman yang ditanam di jalur pendakian serta lahan kritis milik warga.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung, Prasojo, saat dikonfirmasi Selasa (3/2/2026), menyampaikan bahwa bibit yang dibagikan secara gratis tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas pendaki gunung, kelompok perempuan, hingga masyarakat desa di kawasan kaki gunung.

Ia menuturkan, kegiatan penghijauan ini tidak hanya dimaknai sebagai penanaman pohon semata, tetapi juga sebagai upaya membangun harapan akan lingkungan yang lebih lestari serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

“Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Banyak komunitas pendakian, organisasi perempuan, dan kelompok warga yang terlibat aktif,” ujar Prasojo.

Untuk menjaga kualitas bibit, distribusi kini dilakukan secara langsung ke titik penampungan tanpa seremoni. Bibit disalurkan ke rest area Kledung yang menjadi lokasi persemaian dan pembesaran tanaman, sehingga warga dapat mengambil bibit yang kondisinya siap tanam.

“Metode ini dinilai lebih efektif karena bibit tetap terjaga kualitasnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DPRKPLH, Anik Nurtjahjaningsih, menjelaskan bahwa jenis tanaman yang disiapkan cukup beragam. Selain pohon konservasi seperti beringin dan indigofera, pemkab juga menyediakan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi, di antaranya alpukat, kopi arabika, jeruk, sirsak, dan jambu biji.

Menurutnya, konsep penghijauan ini dirancang agar mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Setiap tahun, ribuan bibit tersebut ditanam di jalur pendakian serta lahan kritis milik warga. Program ini diharapkan mampu memulihkan kondisi lereng gunung yang gundul, menjaga ketersediaan air tanah, serta memberi hasil panen yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Penghijauan bukan hanya soal menjaga alam, tetapi juga tentang kesejahteraan. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung sekaligus menjaga kelestarian alam Temanggung untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (*)

LAINNYA