Pemprov Jateng Gelar 308 Kali Gerakan Pangan Murah hingga Maret 2026 untuk Kendalikan HargaNALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merencanakan 308 kali kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Program ini digelar bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di seluruh provinsi hingga Maret 2026.
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, GPM merupakan bagian dari program nasional dan diawali di Pucang Gading, Mranggen, Demak, wilayah perbatasan dengan Kota Semarang. Luthfi mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Meskipun ketersediaan pangan strategis di Jawa Tengah dalam kondisi surplus, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan, antara lain: cabai naik 35,7% menjadi Rp77.800/kg, minyak Rp16.300/liter, daging kerbau beku Rp110.000/kg, dan jagung untuk ayam petelur Rp6.250/kg. “Kenaikan belum signifikan kecuali cabai yang hampir menyentuh Rp80 ribu. JTAB sudah diperintahkan untuk menstabilkan harga di seluruh pasar,” kata Luthfi.
GPM menjadi langkah strategis agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Di Pucang Gading, kegiatan ini melibatkan 11 pelaku usaha, termasuk Bulog, RNI, PPI, JTAB, UMKM binaan DKP Jateng, Gapoktan, Poktan, dan pelaku usaha lokal seperti CV Futago Farm, UMKM Sedap Arum, Ayam Komsiah, dan Primafood.
Selain itu, Satgas Pangan Jateng melakukan penyisiran untuk mengantisipasi spekulan, mulai dari hilirisasi petani, distributor, hingga pedagang dan konsumen.
Warga setempat, Nuraini, menyampaikan rasa senangnya karena harga bahan pokok di GPM jauh lebih murah dibanding pasar. “Cabai di sini Rp65 ribu, padahal di pasar hampir Rp100 ribu. Minyak juga lebih murah. Semoga kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan,” ujarnya. (*)