Gubernur Jawa Tengah Pimpin Panen Raya, Target Januari – Maret 2026 Capai 3,35 Juta Ton

waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 5 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Provinsi Jawa Tengah memulai panen raya padi serentak di 35 kabupaten/kota untuk periode Januari–Maret 2026. Kegiatan dipusatkan di Desa Jambu, Kabupaten Semarang, dan dipimpin langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat (20/2/2026).

Panen periode ini diperkirakan mencapai 3,35 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 413.698 ton atau sekitar 14 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, berdasarkan perhitungan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi menegaskan, arah kebijakan 2026 adalah swasembada pangan. Target luas tanam padi Januari–Desember 2026 mencapai 2,38 juta hektare, dengan realisasi hingga 18 Februari 2026 seluas 216.098 hektare. Target produksi tahun ini sebesar 10,55 juta ton GKG atau naik 12,22 persen dari realisasi 2025 sebesar 9,3 juta ton.

“Tahun 2025 kemarin kita bisa dapat kontribusi 15% untuk nasional, tahun 2026 harus lebih meningkat,” katanya usai panen raya didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan Kepala Bulog Jateng Sri Muniati.

Untuk mencapai target tersebut, Luthfi menginstruksikan peningkatan konektivitas dengan 35 kabupaten/kota, termasuk menjaga lahan pertanian, penguatan mekanisasi, serta pendampingan Gapoktan dari pembibitan hingga pascapanen.

Dalam panen raya ini juga diperkenalkan sistem mekanisasi “sepur”, yakni proses panen dan tanam berurutan menggunakan combine harvester, mesin olah tanah, drone penyemprot dekomposer jerami, dan rice transplanter.

“Pakai alat tadi terbukti memang lebih cepat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan, sistem sepur mampu memangkas waktu hingga 90 persen dibanding cara manual. Pengolahan lahan 2 hektare dapat selesai dalam satu hari, sedangkan metode manual bisa mencapai 10 hari.

Hasil ubinan menunjukkan rata-rata 6 ton per 25 meter persegi, bahkan berpotensi hingga 9,6 ton per hektare tergantung irigasi, pemupukan, dan pembibitan. (*)

LAINNYA