Pemprov Jateng Dorong Energi Terbarukan di KITB Batang untuk Perkuat Daya Tarik Investasi

waktu baca 3 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 12:08 16 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jateng Petro Energi (JPEN) menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Kawasan Industripolis Batang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dan Non-Disclosure Agreement (NDA) antara PT JPEN dan KITB pada Jumat, 27 Februari 2026.

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Kolaborasi ini berkaitan dengan investasi layanan energi baru terbarukan yang terintegrasi dengan sistem keandalan listrik tanpa gangguan (zero interruption power).

Luthfi menyampaikan bahwa KITB merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus etalase investasi Jawa Tengah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan daya saing kawasan tersebut, termasuk memastikan keandalan pasokan energi.

“Jangan sampai KITB ini punya kawasan yang byar-pet, kadang nyala kadang mati (listriknya). Susun strategi, kalau perlu bikin timeline, harus secepatnya (direalisasikan) energi baru terbarukan ini. KITB harus menjadi percontohan nasional untuk industri lain,” katanya.

Ia menjelaskan, ketersediaan energi baru terbarukan kini menjadi salah satu syarat utama yang diajukan investor asing, terutama untuk mendukung industri hijau dan ramah lingkungan.

“Lalu saya ceritakan kalau kita punya banyak danau atau waduk yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Para investor banyak yang tertarik untuk ikut investasi,” jelasnya.

Direktur Utama PT JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, mengatakan investasi sistem keandalan daya tanpa kedip tersebut bertujuan menghadirkan suplai listrik yang stabil selama 24 jam. Hal ini diharapkan menjadikan KITB sebagai kawasan industri dengan standar tier 4.

“Akhirnya akan menarik investor-investor high premium seperti semikonduktor, kemudian juga petro chemical, data center, dan lain-lain. Juga memicu menciptakan lapangan pekerjaan dengan nilai gaji tinggi dan transfer teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, JPEN berencana membangun kapasitas produksi energi sebesar 180 Megawatt. Saat ini kebutuhan listrik KITB sekitar 60 Megawatt dan diproyeksikan meningkat hingga 450 Megawatt dalam waktu dekat.

“Kita akan bangun 180 Megawatt MBT untuk mendukung ekonomi hijau, buat KITB full energi baru terbarukan dengan sumber energi yang komplit,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama KITB Anak Agung Putu Ngurah Wirawan menyambut baik kehadiran JPEN sebagai mitra strategis dalam pengembangan kawasan industri tersebut. Menurutnya, KITB perlu mengembangkan berbagai sumber pendapatan jangka panjang, termasuk sektor energi.

“Kehadiran JPEN ini melengkapi kami. Apalagi sudah ada rencana dari pemerintah pusat yang akan memanfaatkan danau sebagai panel surya untuk sumber energi,” jelasnya.

Ia menilai konsep keandalan listrik yang ditawarkan JPEN sangat mendukung rencana masuknya investasi besar, termasuk data center yang membutuhkan pasokan listrik stabil.

“MoU ini langkah awal agar kami bisa meningkatkan kerja sama investasi,” ungkap Ngurah Wirawan. (*)

LAINNYA
x