DPRD Minta Pemkot Anggarkan Dana BOS bagi MI dan MTs Swasta

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Mar 2026 12:22 29 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Program Sekolah Swasta Gratis yang digulirkan Pemerintah Kota Semarang menuai perhatian dari kalangan legislatif. Sejumlah anggota dewan menilai, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan perhatian yang setara terhadap Madrasah swasta, khususnya jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang, Syaiful Bahri, mendorong Pemkot Semarang untuk mengalokasikan dana pendamping Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi siswa MI dan MTs swasta. Menurutnya, langkah ini penting guna menunjang peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Madrasah swasta.

Ia menjelaskan, dukungan anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kurikulum, penguatan manajemen sekolah, hingga peningkatan kualitas tenaga pengajar. “Sekolah swasta juga memiliki kontribusi besar dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Syaiful menilai, selama ini sekolah MI dan MTs swasta di Kota Semarang belum mendapatkan perhatian optimal, terutama dari sisi dukungan anggaran daerah. Ia menekankan pentingnya kesetaraan kebijakan, mengingat sekolah setingkat SD dan SMP berada dalam kewenangan pemerintah kota.

Ia mencontohkan, untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) yang setara SMA, bantuan operasional telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui skema BOS Daerah (BOSDA). Pada 2025, setiap siswa MA menerima bantuan sebesar Rp150 ribu per bulan. Karena itu, ia berharap MI dan MTs swasta juga memperoleh dukungan serupa dari pemerintah kota.

Meski demikian, Syaiful meminta agar usulan dana pendamping BOS tersebut dikaji secara komprehensif. Kajian diperlukan agar kebijakan yang diambil tetap sesuai regulasi, sekaligus mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan sarana prasarana Madrasah agar setara dengan sekolah negeri.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang telah merancang strategi peningkatan mutu pendidikan dalam RPJMD 2025–2029. Program tersebut mencakup pelaksanaan Sekolah Swasta Gratis untuk jenjang TK, SD, dan SMP, serta pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu di tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M Ahsan, menyampaikan bahwa pemerintah kota selama ini telah memberikan dukungan kepada siswa MI, MTs, dan MA dalam bentuk beasiswa.

Namun, ia menjelaskan bahwa secara kelembagaan Madrasah berada di bawah kewenangan dan pembinaan Kementerian Agama Republik Indonesia. Karena itu, skema hibah atau bantuan langsung kepada lembaga pendidikan MI dan MTs perlu melalui kajian mendalam serta koordinasi lintas instansi agar tetap sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Ahsan menegaskan, pada prinsipnya Pemkot Semarang tetap terbuka untuk mendukung sektor pendidikan, dengan tetap menyesuaikan kewenangan dan regulasi yang ada. (*)

LAINNYA
x