325 Bus Tiba di TMII, Siap Angkut Ribuan Warga Jateng dalam Program Mudik Gratis

waktu baca 4 menit
Minggu, 15 Mar 2026 20:53 16 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM — Ratusan bus mulai berdatangan di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu, 15 Maret 2026. Armada tersebut disiapkan untuk mengangkut ribuan warga Jawa Tengah yang akan mengikuti program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 16 Maret 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, panitia tampak sibuk mempersiapkan armada yang akan digunakan untuk mengangkut para pemudik. Setiap bus yang tiba diperiksa nomor kendaraan serta daerah tujuan mudik. Selain itu, kelengkapan hasil uji kelayakan kendaraan atau ramcheck dari Dinas Perhubungan juga turut dicek. Secara keseluruhan, terdapat 325 unit bus yang disiapkan untuk keberangkatan dari TMII.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Risturino, menyampaikan bahwa armada bus sudah mulai datang sejak pagi hari. Ia memastikan seluruh kendaraan telah menjalani pemeriksaan kelayakan oleh Dinas Perhubungan di daerah masing-masing.

“Bus sudah mulai berdatangan sejak pagi. Total ada 325 unit yang masuk ke TMII. Sesuai standar, seluruh bus telah melalui proses ramcheck oleh Dishub masing-masing daerah,” ujarnya saat ditemui di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII.

Ratusan armada tersebut berasal dari berbagai pihak. Sebanyak 70 bus disediakan oleh Pemprov Jawa Tengah, 175 unit dari pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, 53 unit dari Bank Jateng, 17 unit dari PT Jasa Raharja, delapan unit dari PT Semen Gresik, serta masing-masing satu unit dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama.

Jumlah peserta mudik gratis tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terjadi karena adanya penambahan armada dari 289 unit pada 2025 menjadi 325 unit pada 2026. Rencananya, rombongan pemudik akan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin pagi, 16 Maret 2026 pukul 09.00 WIB.

Risturino menjelaskan, total peserta mudik gratis yang telah terdaftar mencapai 16.186 orang. Daerah tujuan dengan jumlah pemudik terbanyak antara lain Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara. Mayoritas peserta merupakan pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online, asisten rumah tangga, serta buruh dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan.

Ia juga menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Hal ini terlihat dari kuota pendaftaran daring yang habis hanya dalam waktu sekitar 25 menit setelah dibuka.

Selain dari Jakarta, keberangkatan mudik gratis juga dilakukan dari Bandung. Untuk titik ini disediakan 23 unit bus dengan kapasitas sekitar 1.133 penumpang. Armada tersebut terdiri dari 11 bus dari Baznas Jawa Tengah, dua bus dari Kabupaten Banjarnegara, tujuh bus dari Kabupaten Cilacap, dan tiga bus dari Kabupaten Sukoharjo. Rombongan dari Bandung dijadwalkan diberangkatkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.

Tidak hanya menggunakan bus, Pemprov Jawa Tengah juga menyediakan program mudik gratis melalui moda transportasi kereta api. Pemberangkatan dijadwalkan pada 17 Maret 2026 dengan total 17 rangkaian kereta yang menyediakan 1.288 kursi.

Perjalanan tersebut dibagi menjadi dua rute. Pertama, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan dengan delapan rangkaian kereta atau 576 kursi menggunakan KA Jaka Tingkir, ditambah satu rangkaian kereta tambahan dengan 72 kursi. Kedua, dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Poncol Semarang sebanyak delapan rangkaian kereta dengan total 640 kursi menggunakan KA Tawang Jaya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk pelayanan dan perhatian pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota bagi warga Jawa Tengah yang merantau.

Ia juga mengimbau para bupati dan wali kota untuk turut menjemput warganya yang pulang dari wilayah Jabodetabek.

“Saya minta para bupati dan wali kota ikut menjemput dan menyapa masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. Mereka adalah duta kita di perantauan dan sebagian besar bekerja di sektor informal. Kita berikan layanan terbaik bagi masyarakat sebagai wujud pengabdian,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, seorang sopir bus bernama Widodo mengaku telah melakukan berbagai persiapan sebelum membawa rombongan pemudik. Ia memastikan kendaraan dalam kondisi layak serta menjaga kesiapan fisik dengan beristirahat cukup.

“Bus sudah dicek dan dinyatakan lulus ramcheck, lengkap dengan stiker kelayakan. Kami juga menjalani tes kesehatan. Setiap bus ada dua kru ditambah sopir cadangan,” katanya.

Widodo menuturkan bahwa tahun ini merupakan kali kelima dirinya mengantarkan peserta mudik gratis dari Jakarta menuju berbagai daerah di Jawa Tengah. Ia mengaku senang dapat membantu para perantau pulang ke kampung halaman, terlebih karena dirinya juga pernah merasakan pengalaman serupa.

“Dulu saya juga pernah merasakan antre mencari tiket mudik. Sekarang bisa ikut mengantar mereka pulang. Tahun ini saya membawa pemudik ke Demak, sebelumnya ke Semarang, Solo, dan Wonogiri,” ujar sopir asal Boyolali tersebut. (*)

LAINNYA
x