Waspada Campak Mengintai! Pemprov Jateng Kebut Imunisasi dan Gencarkan Edukasi Massal

waktu baca 2 menit
Selasa, 31 Mar 2026 10:12 6 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus campak dengan memperkuat program imunisasi serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat.

Langkah ini dilakukan menyusul munculnya kejadian luar biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah. Saat ini, kasus KLB tercatat terjadi di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Sementara itu, dua daerah lainnya, Brebes dan Kudus, masih berstatus suspek. Meski sebagian besar wilayah tergolong aman, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian serius pemerintah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa penyakit campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, sehingga perlu langkah antisipasi yang lebih masif.

“Penguatan imunisasi menjadi kunci utama, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya,” ujarnya usai menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Semarang.

Menurutnya, meningkatnya kasus campak saat ini tidak lepas dari terganggunya layanan imunisasi selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemprov Jateng kini berupaya mengejar ketertinggalan cakupan vaksinasi di berbagai daerah.

Pemerintah juga terus mendorong kampanye imunisasi secara intensif kepada masyarakat, agar kesadaran terhadap pentingnya vaksinasi semakin meningkat.

Secara capaian, Jawa Tengah sebenarnya menunjukkan hasil cukup baik. Pada 2025, cakupan imunisasi MR bayi bahkan mencapai lebih dari 100 persen dari target. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah dengan tingkat imunisasi rendah yang berpotensi menjadi titik penyebaran penyakit.

Upaya Pemprov Jateng ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan menilai capaian imunisasi di provinsi dengan jumlah penduduk besar seperti Jawa Tengah sudah tergolong baik, karena hanya sedikit daerah yang cakupannya berada di bawah standar nasional.

Meski demikian, DPR RI menilai penguatan edukasi tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilakukan. Sosialisasi dinilai perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga tokoh masyarakat agar pesan yang disampaikan lebih efektif.

Selain itu, masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, peran sekolah dan guru dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Dengan kombinasi antara percepatan imunisasi dan edukasi yang lebih luas, Pemprov Jawa Tengah berharap potensi lonjakan kasus campak dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi wabah yang lebih besar. (*)

LAINNYA
x