Teknologi Robotik Lutut Hadir, RS Telogorejo Klaim Lebih Presisi dan Percepat Pemulihan Pasien

waktu baca 2 menit
Selasa, 31 Mar 2026 14:42 12 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Perkembangan teknologi di bidang medis terus menghadirkan inovasi, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi robotik dalam operasi penggantian sendi lutut. RS Telogorejo kini menghadirkan layanan tersebut dengan mengandalkan sistem berbasis presisi tinggi untuk meningkatkan hasil tindakan medis.

Narasumber dari RS Telogorejo menjelaskan, secara umum teknologi robotik yang digunakan di Indonesia tidak berbeda dengan yang digunakan di negara lain. Namun, yang menjadi pembeda adalah metode pengerjaan dibandingkan teknik konvensional.

“Kalau metode konvensional, lutut dibuka lalu tulangnya dipotong secara manual sebelum dipasang implan. Sementara dengan teknologi robotik, semua diawali dengan CT scan tiga dimensi untuk membuat simulasi atau mock up, sehingga pemasangan implan lebih akurat dan presisi,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ini mampu meminimalkan kesalahan manusia dalam proses operasi. “Kalau manual mungkin ada sedikit kemiringan atau kurang pas. Tapi dengan robotik, semuanya sudah terukur sehingga hasilnya lebih tepat. Lukanya juga lebih kecil, sehingga proses penyembuhan lebih cepat,” jelasnya.

Keunggulan lain dari teknologi ini adalah percepatan pemulihan pasien. Bahkan, pasien disebut sudah dapat mulai berdiri dan berlatih berjalan dalam waktu singkat setelah operasi.

“Dengan metode ini diharapkan pasien bisa lebih cepat berdiri dan pulih. Biasanya tetap dirawat satu hingga dua hari untuk pemantauan dan latihan awal,” tambahnya.

Dari sisi biaya, tindakan operasi dengan teknologi robotik ini diperkirakan berada di kisaran Rp90 juta untuk satu lutut. Meski tergolong tinggi, biaya tersebut dinilai masih lebih terjangkau dibandingkan layanan serupa di luar negeri.

“Untuk asuransi, tergantung polis masing-masing. Ada yang menanggung, ada yang tidak. Sementara untuk BPJS, saat ini yang menjadi pembeda adalah jenis implan yang digunakan,” terangnya.

RS Telogorejo juga menyebutkan bahwa teknologi robotik ini masih terbatas di Indonesia. Di Jawa Tengah, rumah sakit tersebut menjadi salah satu yang telah mengadopsinya.

“Untuk saat ini di Jawa Tengah baru kami yang memiliki layanan robotik ini. Secara nasional juga masih terbatas, baru di beberapa kota besar,” ungkapnya.

Teknologi robotik ini tidak hanya digunakan untuk penggantian sendi lutut, tetapi juga berpotensi diterapkan pada penanganan cedera olahraga seperti ACL, tergantung pada tingkat keparahan kasus.

“Semua kembali pada kondisi pasien. Ada yang bisa ditangani dengan robotik, ada juga yang cukup dengan metode konvensional,” jelasnya.

Meski teknologi menjadi faktor penting, pihak rumah sakit menegaskan bahwa kompetensi tenaga medis tetap menjadi kunci utama keberhasilan tindakan.

“Alat hanyalah alat. Yang paling penting adalah manusianya. Karena itu dokter kami sudah menjalani pelatihan dan sertifikasi, termasuk di Korea, agar mampu mengoperasikan teknologi ini dengan optimal,” pungkasnya. (*)

LAINNYA
x