DPRD Dukung Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Krisis Sampah di Semarang Kian Mengkhawatirkan

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Apr 2026 12:19 8 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Permasalahan sampah di Kota Semarang kian mengkhawatirkan. DPRD Kota Semarang mendukung langkah pemerintah untuk mengolah sampah menjadi energi listrik sebagai solusi strategis dalam mengatasi persoalan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota Semarang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan pengolahan sampah berbasis energi listrik. Menurutnya, langkah ini menjadi upaya penting dalam menjawab meningkatnya volume sampah di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Produksi sampah di Kota Semarang saat ini diperkirakan mencapai sekitar 1.200 hingga 1.300 ton per hari. Sebagian besar sampah tersebut masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, yang diproyeksikan akan penuh dalam waktu dekat apabila sistem pengelolaan tidak segera diubah.

Meski mendukung penuh, Suharsono mengingatkan bahwa pengolahan sampah menjadi energi listrik tidak lepas dari berbagai tantangan teknis. Ia menyebutkan bahwa sekitar 65 persen sampah di Semarang merupakan sampah organik dengan kadar air tinggi, sehingga memiliki nilai kalor rendah dan menyulitkan proses gasifikasi jika tidak melalui tahap pengolahan awal seperti pengeringan dan pemilahan.

Selain itu, kondisi TPA Jatibarang yang telah lama beroperasi sebagai landfill juga menjadi tantangan tersendiri. Integrasi antara sistem gas landfill yang sudah ada dengan teknologi gasifikasi dan jaringan kelistrikan membutuhkan perencanaan dan pengendalian yang matang untuk menghindari gangguan operasional maupun peningkatan emisi.

Suharsono juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan alih teknologi dalam proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan adanya penguatan kapasitas SDM agar tidak hanya bergantung pada pihak swasta dalam pengoperasian teknologi.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat regulasi, pengawasan, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga tata kelola dan partisipasi publik.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Menteri Lingkungan Hidup turut mendukung langkah pengolahan sampah menjadi energi listrik di Semarang. Program ini dinilai penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.(*)

LAINNYA
x