Sinergi Pemerintah dan Ulama, Ahmad Luthfi–Gus Yusuf Matangkan Strategi Terpadu Pengentasan Kemiskinan

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 12:45 3 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memperkuat sinergi dengan kalangan ulama dalam upaya pengentasan kemiskinan. Hal itu ditunjukkan melalui silaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), di Kabupaten Magelang, Senin (6/4/2026).

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Keduanya membahas berbagai isu strategis, terutama arah pembangunan daerah serta langkah konkret dalam menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terpola dan terintegrasi lintas sektor. Menurutnya, indikator kemiskinan tidak hanya terbatas pada kebutuhan dasar seperti pangan dan tempat tinggal.

“Tidak hanya soal perut dan rumah layak huni, tetapi juga pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sektor lainnya. Tidak bisa kita hanya fokus pada RTLH saja, harus ada intervensi menyeluruh,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci agar program penanggulangan kemiskinan lebih efektif dan berkelanjutan. Pendekatan terpadu dinilai mampu menyentuh akar persoalan yang selama ini menjadi penyebab kemiskinan struktural.

Gus Yusuf menyambut baik gagasan tersebut. Ia sepakat bahwa persoalan kemiskinan harus ditangani secara komprehensif dan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Peran ulama, menurutnya, penting dalam mendukung program pemerintah sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Selain membahas kemiskinan, pertemuan juga menyinggung isu global, khususnya terkait potensi dampak gejolak di Timur Tengah terhadap ketersediaan energi. Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dalam kondisi aman.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan harga BBM tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Silaturahmi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan menjaga ketahanan ekonomi daerah. (*)

LAINNYA