Gowes ke Kantor, Gubernur Jateng Ajak ASN Hemat Energi

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Apr 2026 11:18 5 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memilih berangkat ke kantor dengan mengayuh sepeda pada Kamis pagi, 9 April 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nyata mendorong budaya hemat energi di lingkungan pemerintahan dan masyarakat luas.

Rombongan memulai perjalanan dari rumah masing-masing, lalu berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Semarang. Dari titik tersebut, mereka melanjutkan perjalanan bersepeda melintasi sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean, Jalan Pemuda, Tugu Muda, Jalan Pandanaran, hingga kembali ke Simpang Lima dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan.

Menurut Luthfi, gerakan bersepeda ke kantor atau bike to work bukan sekadar kampanye sesaat, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja yang harus dibangun secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kebiasaan hemat energi harus tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar karena aturan.

“Saya lihat ASN kita ada yang naik sepeda, kendaraan listrik, hingga angkutan umum. Itu jangan karena ada surat edaran, tetapi harus menjadi budaya sehingga dijalani dengan senang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya penghematan energi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti menggunakan transportasi ramah lingkungan, mengurangi perjalanan dinas, hingga memaksimalkan teknologi dalam bekerja. Selain itu, kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu dan mengatur penggunaan listrik juga menjadi bagian penting dari gerakan tersebut.

Dorongan transformasi ini juga diperkuat melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ serta Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/000.8.3/3/2026 tentang transformasi budaya kerja ASN. Dalam kebijakan tersebut, ASN didorong menerapkan pola kerja yang lebih efisien, seperti work from home (WFH) setiap Jumat, pembatasan perjalanan dinas, hingga pelaksanaan rapat secara hybrid.

Selain itu, penggunaan kendaraan dinas juga dibatasi maksimal 50 persen, dengan dorongan beralih ke kendaraan listrik, transportasi umum, sepeda, atau sistem berbagi kendaraan. ASN juga dianjurkan berjalan kaki untuk jarak dekat serta menggunakan transportasi non-bahan bakar fosil untuk jarak menengah.

Penghematan energi juga diterapkan dalam operasional kantor, seperti pengaturan penggunaan listrik, pembatasan jam operasional lampu, penggunaan AC pada suhu efisien, hingga pengendalian penggunaan air. Pemprov Jateng juga mulai menginisiasi pemanfaatan energi baru terbarukan seperti tenaga surya di lingkungan perkantoran.

“Hemat energi ini bukan sekadar perintah, tetapi harus menjadi kebiasaan. Mulai dari olahraga, bekerja efisien, hingga memanfaatkan energi terbarukan,” tegas Luthfi.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong pengembangan desa mandiri energi. Selain itu, BUMD PT Jateng Petro Energi telah mengembangkan pemanfaatan energi alternatif melalui produk Compressed Natural Gas (CNG) untuk kebutuhan rumah tangga.

Tak hanya itu, insentif pajak juga diberikan kepada perusahaan yang telah menerapkan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya mendukung industri hijau di Jawa Tengah.

Langkah Gubernur Ahmad Luthfi ini diharapkan mampu menjadi inspirasi, tidak hanya bagi ASN, tetapi juga masyarakat luas dalam membangun gaya hidup yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. (*)

LAINNYA