Semarang Jadi Pusat Dialog Nasional Makan Bergizi Gratis

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Apr 2026 19:02 2 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang menjadi tuan rumah Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar pada 28-30 April 2026 di Gumaya Tower Hotel. Mengusung tema “Growing Together”, forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pakar pangan dan gizi dari tingkat nasional hingga internasional. Di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, serta para ahli regional dalam ASEAN-ID Nourish Forum seperti Amalia Serrano dari Sekretariat ASEAN, Kaoru Uno dari Kementerian Kesehatan Jepang, Dr. Nur Dayana dari Malaysia, dan Direktur Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP), Filippo Gavazzeni.

Selain itu, forum ini juga akan dihadiri delegasi dari Filipina, Vietnam, Thailand, hingga Wakil Duta Besar Italia, Massimiliano Bertollo. Kehadiran para pakar tersebut semakin menegaskan posisi Kota Semarang sebagai pusat pertukaran gagasan strategis di bidang pangan dan gizi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan forum ini bertujuan menjembatani komunikasi antara pemerintah pusat sebagai pelaksana program dengan pemerintah daerah sebagai mitra pendukung di lapangan.

“Dialog ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi agar kita dapat bersinergi mewujudkan kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis. Kami ingin menghimpun berbagai masukan agar tujuan peningkatan gizi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia tercapai secara berkelanjutan,” ujarnya.

Antusiasme terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Hingga Minggu, 26 April 2026, jumlah pendaftar telah mencapai 178 peserta dari kuota yang tersedia sebanyak 200 orang.

Dalam rangkaian acara tersebut, Agustina juga dijadwalkan menerima penetapan resmi sebagai MUFPP Steering Committee Regional Asia Pasifik, posisi strategis dalam jejaring kebijakan pangan perkotaan dunia.

Menurut Agustina, skala nasional forum ini terlihat dari kehadiran delegasi dari 19 kota di Indonesia, mulai dari Pekanbaru, Surakarta, Yogyakarta, hingga Tual.

“Kolaborasi ini menjadi modal besar untuk menyelaraskan standar gizi dan tata kelola program di berbagai daerah,” tegasnya.

Materi diskusi juga akan diperkuat dengan paparan teknis dari Sabbat Christian Jannes dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengenai produksi dan distribusi pangan. Selain itu, Prof. Ahmad Sulaeman dari IPB University serta Agus Rusly dari Kementerian Lingkungan Hidup akan membahas aspek keamanan gizi dan pengelolaan sisa makanan dengan pendekatan zero waste.

Sebagai bagian dari agenda, peserta akan mengikuti kunjungan lapangan pada Kamis, 30 April 2026. Lokasi yang akan dikunjungi antara lain SPPG POLRI Polda Jateng 1, SPPG Kedungmundu 2, dan SPPG Pedalangan sebagai pusat produksi makanan bergizi.

Rombongan juga akan meninjau Sandi Buana Farm untuk melihat rantai pasok pangan, serta Galeri Batik Alam Malon sebagai contoh pemberdayaan ekonomi lokal berbasis keberlanjutan.

“Sinergi dengan para ahli dan tinjauan langsung ke unit-unit pelayanan ini menjadi modal bagi tiap daerah. Kita ingin standar gizi yang tinggi dan keamanan pangan yang ketat menjadi fondasi utama kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia,” pungkas Agustina. (*)

LAINNYA