Antusiasme Tinggi, PADI Jateng Bakal Masuk Kalender Event Pariwisata

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 04:52 8 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengusulkan agar kegiatan Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) yang digelar di Soropadan Agro Center, Kabupaten Temanggung, dapat dimasukkan ke dalam kalender resmi event pariwisata daerah.

Usulan tersebut disampaikan saat dirinya membuka PADI Jawa Tengah 2026 pada Kamis, 23 April 2026.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan ini menjadi alasan kuat. Pada penyelenggaraan tahun 2025, PADI berhasil menarik sekitar 133 ribu pengunjung. Dengan capaian tersebut, ia menargetkan pada 2027 kegiatan ini dapat menjadi bagian dari agenda pariwisata Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, PADI tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi hasil pertanian, tetapi juga menjadi wadah interaksi antara masyarakat dan sektor industri pengolahan.

“Kita dorong bukan hanya wisata agro, tetapi juga wisata ekonomi. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga melihat langsung hasil pertanian, perkebunan, peternakan, hingga mengunjungi pusat-pusat usaha,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejak 2023 penyelenggaraan pameran agro di Soropadan sudah tidak lagi bergantung pada APBD Jawa Tengah. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi kepada para petani muda yang mampu menghadirkan inovasi teknologi pertanian secara mandiri.

Ketua Panitia PADI 2026, Rosyid, menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa para petani muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirya Bapeltan siap mendukung upaya tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 lalu, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp5 miliar. Tahun ini, pihaknya berharap capaian tersebut dapat meningkat. Saat ini terdapat sekitar 100 petani muda yang tergabung dalam forum, dengan jaringan yang telah menjangkau 35 kabupaten/kota.

“Kegiatan ini tidak menggunakan anggaran pemerintah, melainkan murni hasil swadaya alumni Balai Pelatihan Pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, menyebut bahwa kegiatan yang berlangsung hingga 27 April 2026 ini merupakan bentuk inisiatif petani muda yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mempromosikan inovasi pertanian.

“Kegiatan ini menjadi jawaban atas tantangan pembangunan sektor pertanian, baik saat ini maupun ke depan,” katanya.

Sebanyak 127 stan turut meramaikan PADI 2026, yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari sponsor, stakeholder, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga pelajar dari SMK dan SMA.

Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul regenerasi petani yang kuat. Hal tersebut dinilai penting dalam menghadapi perubahan demografi serta dinamika ekonomi global.

“Ini merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, PADI 2026 juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, seperti pameran inovasi teknologi, book fair, job fair, talkshow, pertunjukan seni budaya, pasar pangan murah, hingga agro bershalawat. (*)

LAINNYA