Beasiswa Santri Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Pengasuh Pesantren Sambut AntusiasNALARMEDIA.COM – Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 yang dibuka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat sambutan positif dari kalangan pesantren. Sejumlah pengasuh pondok pesantren menyatakan dukungan atas program tersebut karena dinilai sangat membantu keberlanjutan pendidikan santri.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Maghfur, Nyai Azizah Masruchan, menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, biaya pendidikan jenjang S1 maupun S2 cukup besar, sehingga tidak semua santri mampu melanjutkan studi tanpa dukungan pembiayaan.
Ia menilai program ini menjadi langkah nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi santri untuk meraih pendidikan tinggi.
Nyai Azizah juga menambahkan bahwa santri memiliki fondasi ilmu agama yang kuat. Oleh karena itu, akan sangat baik apabila mereka melanjutkan pendidikan di bidang ilmu umum agar memiliki kompetensi yang lebih luas dan siap menghadapi kebutuhan masa depan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, mengajak para santri serta pengasuh pesantren untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mendaftarkan diri. Program beasiswa ini mencakup jenjang S1, S2, hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Beasiswa tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen.
Informasi lengkap mengenai pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) yang tersedia di Playstore dan App Store. Petunjuk teknis juga dapat dilihat melalui laman resmi Pemprov Jawa Tengah.
Program ini terbuka bagi santri yang diterima di program vokasi dan S1 dalam negeri pada bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta keislaman.
Untuk studi luar negeri dan program double degree, beasiswa tersedia pada bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, dan matematika di berbagai negara seperti Turki, India, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Adapun beasiswa bidang keislaman mencakup studi di Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Al Ahqof, dan Universitas Imam Syafi’i di Yaman.
Sementara itu, beasiswa bagi pengasuh pesantren untuk jenjang S2 dan S3 dalam negeri meliputi bidang keislaman, humaniora, kedokteran, sains, dan teknologi pada perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah.
Program ini memberikan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp15 juta per semester untuk program studi kedokteran, biaya hidup bulanan bagi mahasiswa luar negeri, bantuan pengurusan visa, tiket perjalanan pulang-pergi, serta asuransi bulanan.
Melalui program ini, Pemprov Jawa Tengah berharap semakin banyak santri yang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan menjadi sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing. (*)