Berikan Layanan Prima, Taj Yasin Berangkatkan 1.142 Pemudik dari Bandung ke Jawa Tengah

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Mar 2026 22:11 14 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Ribuan perantau memadati Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung, Senin (16/3/2026) siang. Dengan wajah penuh kebahagiaan, mereka bersiap pulang ke kampung halaman melalui program Mudik Gratis 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Para pemudik tersebut diberangkatkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menuju berbagai daerah di Jawa Tengah menggunakan armada bus.

“Hari ini kita melepas peserta mudik gratis dari wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung, Cimahi, dan sekitarnya,” ujar Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, di sela-sela acara pelepasan.

Sebanyak 1.142 pemudik diberangkatkan menggunakan 23 bus menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah, antara lain Cilacap, Kebumen, Klaten, Sukoharjo, Banjarnegara, Tegal, Grobogan, Demak, hingga Wonogiri.

Gus Yasin menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut. Ia memastikan seluruh kru bus telah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh sebelum diberangkatkan.

Tak hanya memastikan keamanan perjalanan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan berbagai layanan bagi para pemudik saat tiba di daerah tujuan.

“Nanti sesampainya di terminal tipe B di Jawa Tengah, para pemudik akan disambut dengan pemeriksaan kesehatan kembali. Kami juga menyediakan pemeriksaan gratis melalui program Spelling, serta fasilitas internet gratis,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat Jawa Tengah yang merantau di wilayah Bandung Raya terhadap program ini diakui sangat tinggi. Hal itu diungkapkan Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniaji.

Ia menyebut jumlah peminat mudik gratis sebenarnya jauh melampaui kuota yang tersedia. Berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, jumlah pendaftar mencapai 2.356 orang.

“Saya sampai kewalahan menentukan siapa yang bisa ikut, karena semuanya adalah teman-teman kita,” kata Farchan.

Karena keterbatasan kuota, panitia akhirnya menerapkan proses seleksi agar program tersebut benar-benar tepat sasaran. Prioritas diberikan kepada masyarakat dengan kondisi ekonomi tertentu.

“Kami melihat apakah mereka pedagang kaki lima, memiliki SKTM atau tidak, apakah buruh lepas, guru ngaji, asisten rumah tangga, hingga mahasiswa. Itu yang menjadi prioritas,” jelasnya.

Dari total 1.142 pemudik, jumlah terbanyak berasal dari Cilacap sebanyak 339 orang, disusul Sukoharjo 150 orang, dan Banjarnegara 98 orang.

Program mudik gratis bagi perantau asal Jawa Tengah di wilayah Bandung Raya ini telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Pada 2022 program tersebut hanya menyediakan tiga bus, namun jumlah armada terus meningkat setiap tahunnya seiring tingginya minat masyarakat. (*)

LAINNYA
x