BPBD Wonogiri Lakukan Penyisiran Sungai Wiroko, Identifikasi Titik Pemicu Banjir Karangturi

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Jan 2026 14:34 21 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Untuk mengantisipasi potensi banjir tahunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri bersama sejumlah instansi terkait melakukan kegiatan susur sungai dan pemetaan di aliran Sungai Wiroko, Kecamatan Nguntoronadi, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini dilakukan menyusul sering terjadinya luapan air yang menggenangi permukiman warga di wilayah Karangturi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipusatkan di Dusun Bulurejo. Selain personel BPBD Wonogiri, kegiatan ini juga melibatkan tim teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nguntoronadi.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, memimpin langsung penyisiran melalui jalur air dengan menggunakan perahu fiber. Tim menyusuri sejumlah titik yang diduga menjadi penyebab perlambatan aliran sungai atau bottleneck, mulai dari bawah Jembatan Karangturi hingga kawasan TPI Puthuk.

Fuad menjelaskan, pemetaan difokuskan pada pencarian titik penyumbatan aliran air yang disebabkan oleh sedimentasi, tumpukan sampah, maupun vegetasi yang menghambat arus sungai. Data hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar perumusan langkah teknis guna mencegah Sungai Wiroko kembali meluap ke wilayah Karangturi saat curah hujan tinggi.

Selain penyisiran melalui jalur air, pemantauan juga dilakukan dari udara menggunakan drone untuk mendapatkan gambaran kondisi sungai secara menyeluruh. Sementara itu, tim darat disiagakan di dua titik pantau, yakni Pos Surupan Bloto dan Pos Karang Anom, guna mendukung koordinasi serta pengamanan kegiatan.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim juga menyiapkan peralatan evakuasi dan pembersihan ringan, seperti gergaji mesin dan alat tebas, untuk mengantisipasi hambatan darurat di sepanjang aliran sungai.

Usai kegiatan susur sungai, seluruh pihak terkait menggelar sarasehan dan evaluasi di rumah salah satu warga Dusun Bulurejo. Hasil pemetaan selanjutnya akan dikaji lebih lanjut oleh BBWS dan PJT sebagai dasar penentuan langkah normalisasi maupun perbaikan infrastruktur Sungai Wiroko ke depan.

Diharapkan, sinergi antara relawan, pemerintah kecamatan, serta instansi teknis tersebut dapat meningkatkan rasa aman masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Wiroko, terutama dalam menghadapi puncak musim hujan tahun ini. (*)

LAINNYA