Cegah Lonjakan Jelang Ramadan, Gubernur Perintahkan Pengawasan Harga Pangan

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 17:26 10 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pengendalian harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 menjadi perhatian serius seluruh kepala daerah di Jawa Tengah.

Ia mengingatkan agar tidak terjadi lonjakan harga akibat distribusi yang terhambat maupun praktik permainan harga di pasar.

“Tidak boleh ada sumbatan distribusi, tidak boleh ada permainan harga. BUMD harus hadir,” tegas Ahmad Luthfi dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah di Semarang, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat saat Ramadan dan Idulfitri sehingga potensi kenaikan harga juga ikut naik. Oleh karena itu, pengendalian harus dilakukan sejak dini, khususnya untuk komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, beras, dan minyak goreng.

“Kebutuhan meningkat, maka potensi kenaikan harga juga meningkat. Itu harus dikendalikan oleh bupati dan wali kota di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Luthfi juga meminta setiap kabupaten/kota memasang dashboard atau papan pantau harga di pasar besar maupun pasar induk yang diperbarui secara berkala. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga transparansi harga dan mencegah spekulasi.

“Dashboard harga harus ada di pasar dan terus diperbarui. Supaya masyarakat bisa memantau langsung dan tidak ada permainan harga. Itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” katanya.

Ia turut mengingatkan agar daerah sentra produksi tidak sampai mengalami kekurangan pasokan akibat distribusi yang tidak terkontrol.

“Jangan sampai daerah sentra justru kekurangan. Distribusi harus benar-benar dikawal,” tegasnya.

Selain itu, Luthfi menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian melalui percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sekitar 1,3 juta hektare lahan pertanian di Jawa Tengah disebut harus dipertahankan guna mendukung ketahanan pangan.

“Lahan pertanian harus dijaga. Produksi pangan kita tingkatkan dan teknologi pertanian kita dorong,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyampaikan inflasi Jawa Tengah pada Januari 2026 tercatat 2,83 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan deflasi 0,35 persen secara bulanan (month to month/mtm).

“Inflasi masih berada dalam rentang sasaran dan relatif terkendali. Deflasi Januari terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau seiring masuk masa panen dan normalisasi permintaan pasca-Natal dan Tahun Baru,” jelas Nugroho.

Meski demikian, ia mengingatkan potensi kenaikan harga pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tetap perlu diantisipasi, terutama pada komoditas seperti beras dan aneka cabai yang secara historis kerap menyumbang inflasi saat Ramadan dan Idulfitri.

“Penguatan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci utama,” tandasnya. (*)

LAINNYA