Dibukanya Rute Internasional Semarang, Arus Investasi Singapura Terus Meningkat

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 16:43 20 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pembukaan rute penerbangan internasional Semarang–Kuala Lumpur dan Semarang–Singapura yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dinilai mempermudah mobilitas investor. Keberadaan rute tersebut semakin strategis mengingat Singapura menjadi salah satu negara penyumbang investasi terbesar di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan bahwa penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan iklim investasi. Kemudahan akses penerbangan langsung mendorong meningkatnya kunjungan pelaku usaha asing ke Jawa Tengah.

Ia menyebut, sejak dibukanya rute Semarang–Singapura yang dilayani maskapai Scoot, banyak investor dari Singapura datang langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, yang sebagian besar investornya berasal dari negara tersebut.

Menurut Sakina, penerbangan langsung membuat waktu tempuh ke Jawa Tengah menjadi lebih efisien karena investor tidak lagi harus transit melalui Jakarta. Kondisi ini mempermudah akses menuju kawasan industri, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Tengah, nilai investasi dari Singapura mencapai Rp11,43 triliun atau sekitar 22,48 persen dari total penanaman modal asing. Angka tersebut menempatkan Singapura sebagai negara investor terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Hong Kong.

Ia menambahkan, sebagian besar investasi asal Singapura masuk ke sektor kawasan industri. Kawasan Ekonomi Khusus Kendal sendiri merupakan hasil kerja sama antara PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd dalam pengembangan infrastruktur kawasan industri.

Untuk memperluas dampak investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong investor yang telah beroperasi agar memperluas usahanya ke wilayah lain. Pendekatan tersebut dilakukan tidak hanya kepada investor Singapura, tetapi juga penanam modal dari negara lain.

Selain mendorong investasi ke kawasan industri, pemerintah daerah juga membangun komunikasi yang intensif dengan investor asing, nasional, dan lokal. Pendampingan turut diberikan, termasuk saat terjadi kendala dalam sistem perizinan OSS Risk Based Approach.

Diketahui, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menaruh perhatian serius terhadap penguatan iklim investasi di Jawa Tengah. Luthfi bahkan menyatakan perannya sebagai manajer pemasaran investasi daerah.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membuka kembali rute penerbangan internasional dari Semarang yang sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 hingga 2024. Pada masa kepemimpinannya, rute internasional Semarang–Malaysia dibuka pada September 2025, disusul rute Semarang–Singapura pada Desember 2025. (***)

LAINNYA