Ekonomi Semarang Tumbuh Positif, Pakar Undip Apresiasi Kebijakan Pemkot

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Feb 2026 09:58 17 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro (Undip), Bangkit Aditya Wiryawan, menilai kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang selama satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Agustina–Iswar menunjukkan tren positif, khususnya pada sektor ekonomi makro. Meski begitu, ia menegaskan masih ada catatan penting yang perlu diperhatikan, terutama terkait pemerataan pembangunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,3 persen, sementara Kota Semarang mencapai sekitar 5,37 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Jadi saya menganggap kontribusi Pemkot Semarang untuk mempertahankan laju pertumbuhan itu cukup baik. Selama setahun terakhir stabilitas makro bisa terjaga,” ujarnya belum lama ini.

Ia menilai stabilitas tersebut turut berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Kota Semarang. Walaupun penurunannya belum secepat daerah lain, tren tersebut tetap menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi.

“Secara umum saya melihat tren positif ini sebagai satu hal yang bisa diapresiasi,” terang dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip itu.

Menurutnya, salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi adalah respons cepat Pemkot Semarang dalam menangani persoalan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang dilakukan secara masif dalam setahun terakhir. Program bantuan operasional RT juga dinilai cukup jenius karena mendorong belanja masyarakat dan menjaga perputaran ekonomi, meski kontribusi terbesar tetap berasal dari aktivitas masyarakat itu sendiri.

“Kebijakan dan langkah-langkah pemerintah itu positif,” katanya.

Namun, dalam aspek pemerataan pembangunan, ia mengakui infrastruktur di pusat kota masih lebih baik dibandingkan wilayah pinggiran dan perbatasan. Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut berpotensi memperlebar ketimpangan.

Di sisi lain, program transportasi publik gratis seperti feeder dan BRT dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok rentan.

“Program ini bagus dan bisa diapresiasi. Kalau bisa diperluas, ini sangat membantu pengeluaran anak sekolah dan masyarakat yang masih kekurangan akses transportasi,” jelasnya.

Ke depan, tantangan besar Pemkot Semarang masih berkaitan dengan persoalan rob di wilayah utara. Ia menilai pemerintah kota memiliki keterbatasan dalam penanganannya, sehingga diperlukan inovasi serta sinergi dengan proyek besar, seperti pembangunan tanggul laut.

Selain itu, ia menekankan pentingnya intervensi pemerintah untuk mengurangi ketimpangan sosial.

“Mungkin kemiskinan bukan masalah utama di Semarang, tapi ketimpangannya. Diharapkan muncul inovasi-inovasi pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan yang benar-benar berhasil,” pungkasnya. (*)

LAINNYA
x