Gempa Pacitan Berdampak hingga Semarang, 14 Perjalanan KA Sempat Dihentikan

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 14:28 16 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Sebanyak 14 perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang sempat dihentikan sementara menyusul gempa bumi yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.09 WIB. Guncangan gempa tersebut turut dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk area operasional perkeretaapian Daop 4 Semarang.

Sebagai langkah antisipasi dan bagian dari prosedur keselamatan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang langsung menghentikan sementara perjalanan kereta api untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian tetap aman pascagempa.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa sesaat setelah gempa dirasakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan unit terkait.

“Begitu gempa terjadi pukul 01.09 WIB, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 4 dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) sambil menunggu laporan hasil pemeriksaan kondisi prasarana dari petugas di lapangan,” ujar Luqman.

Penghentian sementara tersebut dilakukan untuk mengecek kondisi jalur rel, jembatan, serta fasilitas perkeretaapian lainnya, guna memastikan semuanya dalam keadaan aman dan layak dilalui sebelum operasional kembali dilanjutkan.

Berdasarkan hasil pengecekan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah terdampak dinyatakan aman pada pukul 02.16 WIB. Selama proses pemeriksaan berlangsung, tercatat sebanyak 14 kereta api harus menjalani BLB, terdiri atas 10 kereta penumpang dan 4 kereta barang.

Luqman menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api selalu menjadi prioritas utama KAI dalam setiap kondisi operasional.

“Setiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum perjalanan kereta api kembali dijalankan,” tegasnya.

KAI Daop 4 Semarang juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat langkah pengamanan tersebut. Pihaknya memastikan akan terus melakukan pemantauan di lapangan serta memberikan informasi terkini sesuai perkembangan kondisi prasarana dan operasional kereta api. (*)

LAINNYA