

NALARMEDIA.COM – Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah) yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, kepala daerah, hingga perusahaan.
Antusiasme tersebut terlihat dalam pencanangan Gerakan Jawa Tengah ASRI melalui aksi bersih-bersih sampah bersama di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa, 24 Februari 2026.


Peserta yang terlibat berasal dari beragam unsur, seperti kepala daerah, TNI, Polri, pelajar sekolah, perguruan tinggi, badan usaha, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, relawan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Salah satu siswi kelas X SMAN Gringsing Batang, Riska, mengatakan ia bersama teman-temannya turut mengisi karung sampah yang disediakan dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku senang bisa berpartisipasi dan berkomitmen menjaga lingkungan bersama rekan-rekannya.

“Mari kita jaga lingkungan kita agar senantiasa aman, resik, sehat, indah,” katanya.
Dukungan juga datang dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Kepala Departemen Corporate Communication KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, menyampaikan pihaknya memberikan bantuan 30 unit tempat sampah kepada pengelola pantai.
“Tong sampah ini bermanfaat untuk pilah sampah organik dan an organik, sehingga pantai Jodo tetap terjaga sebagai daerah pendukung dengan potensi wisatanya,” ujarnya.
Selain di Batang, pemerintah kabupaten dan kota lain juga mendukung gerakan ini dengan berbagai langkah. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan pihaknya mewajibkan setiap kantor pemerintah membuat biopori.
“Untuk aparatur sipil negara (ASN) juga wajib pilah sampah di lingkungan masing-masing,” ucapnya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng juga menyatakan hal serupa. Pemerintah Kota Semarang telah membentuk Satgas Berlian (Bersih Sungai Lingkungan) untuk menjaga kebersihan sungai, mengingat sampah kerap menjadi penyebab banjir.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menjelaskan pihaknya menggunakan 1.000 kantong guna ulang untuk mengumpulkan sampah dalam Gerakan Jawa Tengah ASRI. Selain itu, dilakukan penebaran bibit ikan tawes di perairan umum serta pembuatan sumur teba untuk memisahkan sampah organik dan an organik.
“Jaga Tirta merupakan gerakan menjaga kebersihan sungai di Salatiga. Kami juga menjaga keindahan kota dengan angrekisasi di setiap sudut kota,” jelasnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, persoalan sampah di Jawa Tengah telah masuk kategori darurat sehingga membutuhkan tindakan nyata. Ia mengingatkan Presiden telah menargetkan Indonesia mencapai zero waste pada 2029, sehingga Gerakan Jateng ASRI harus diwujudkan secara konkret. Ia juga meminta seluruh bupati dan wali kota menyerahkan data penanganan sampah di wilayah masing-masing.
Sebagai informasi, Gerakan Jawa Tengah ASRI yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta ini bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Kegiatan dipusatkan di Kabupaten Batang dan dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, jajaran Forkopimda Jawa Tengah, serta Bupati Batang Faiz Kurniawan bersama Forkopimda setempat. Sementara kepala daerah dari 34 kabupaten/kota lainnya mengikuti secara daring. (*)
