Gibran Rakabuming Raka Kagumi Keberagaman Pasar Imlek Semawis, Dorong Pelestarian Tradisi dan UMKM Semarang

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 10:44 8 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Perayaan Imlek kini tidak lagi eksklusif bagi masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi ajang inklusif yang diramaikan oleh berbagai etnis di Jawa Tengah dan nusantara. Hal ini tercermin dalam Pasar Imlek Semawis 2026 di Kawasan Pecinan, Kota Semarang, yang dikunjungi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Sabtu malam, 14 Februari 2026.

Gelaran yang membentang dari Jalan Gang Pinggir hingga Jalan Wotgandul Timur ini dipadati masyarakat dari berbagai latar belakang, baik pedagang maupun pengunjung. Keberagaman menjadi konsep utama tahun ini, mencerminkan kebersamaan yang membuat Pasar Imlek Semawis terus berkembang.

Pengurus Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim, menjelaskan bahwa Pasar Imlek Semawis bertujuan menghidupkan tradisi Imlek di Semarang yang sudah ada sejak lama. “Dulu orang Tionghoa berbelanja hanya semalam menjelang Imlek. Kini dibuat menjadi perayaan tiga hari dengan berbagai kuliner, UMKM, pernak-pernik, serta acara budaya dan sosial yang menonjolkan keberagaman kota,” ujar Harjanto.

Tahun ini, panitia menghadirkan tokoh mitos Tionghoa seperti Sun Go Kong dan Dewi Kwan Im yang dipadukan dengan tokoh wayang Jawa. Bahkan, makanan halal Tionghoa dari Xinjiang disediakan untuk pengunjung muslim. Panitia juga mendorong pengunjung mengenakan kebaya, meski baru sebagian yang mengikuti imbauan tersebut.

Harjanto menambahkan, kawasan Pecinan Semarang mencerminkan miniatur Indonesia. Contohnya, warung nasi ayam milik Bu Pini, seorang etnis Jawa, mampu bersaing dengan pedagang Tionghoa di kawasan tersebut, menunjukkan bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan ekonomi lokal.

Keberagaman ini menarik perhatian Wapres Gibran dan Gubernur Ahmad Luthfi. Keduanya tampak berbaur dengan pengunjung, menikmati suasana, berbelanja, dan melayani permintaan foto. “Beliau senang karena kegiatan ini menghidupkan ekonomi rakyat. Tradisi Pasar Imlek Semawis harus dirawat, apalagi melihat keberagaman yang sudah ada,” ujar Harjanto menirukan kesan keduanya.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa tradisi ini perlu dilestarikan (uri-uri), termasuk kegiatan lain menjelang Imlek seperti di Klenteng Sam Poo Kong. Ia menekankan bahwa rangkaian event seperti ini mendorong pertumbuhan pariwisata di Semarang dan Jawa Tengah, sekaligus menunjukkan bahwa toleransi dan keberagaman menjadi kekuatan utama pembangunan daerah. (*)

LAINNYA