Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Korban Banjir Demak, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 22:20 2 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau langsung warga terdampak banjir yang mengungsi di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu (4/4/2026).

Di lokasi pengungsian, warga terlihat menempati ruang utama gedung. Sebagian beristirahat di atas alas darurat, sementara lainnya duduk di teras sambil menunggu kondisi rumah mereka membaik.

Banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4/2026) tersebut berdampak pada delapan desa di empat kecamatan. Tercatat sebanyak 2.839 jiwa mengungsi, dengan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

Saat meninjau lokasi, Luthfi berdialog dengan warga sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis. Total bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp236.985.411, yang bersumber dari sejumlah instansi, antara lain BPBD Jateng, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, serta PMI Jateng.

Usai peninjauan, Luthfi menggelar rapat terbatas bersama Bupati Demak Eisti’anah dan jajaran terkait guna membahas langkah penanganan lanjutan.

Ia menegaskan, penanganan banjir di Demak tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus dituntaskan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga ketersediaan bahan pangan.

“Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya tidak boleh ketinggalan,” tegasnya.

Salah seorang warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Musri’ah, mengaku terpaksa mengungsi setelah rumahnya terdampak banjir. Ia menyebut air datang dengan cepat saat tanggul tak lagi mampu menahan arus.

“Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB, saya di rumah. Tiba-tiba airnya mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol,” ungkapnya.

Menjelang sore, ketinggian air terus meningkat hingga warga harus dievakuasi menggunakan perahu.

“Setelah ashar kami dijemput perahu, waktu itu airnya sudah setinggi dada,” tuturnya. (*)

LAINNYA
x