Gubernur Jateng Percepat Relokasi 900 Rumah Korban Tanah Gerak di Empat Daerah

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 17:21 27 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mempercepat proses relokasi warga terdampak bencana tanah gerak di sejumlah daerah. Hingga saat ini tercatat 900 rumah rusak dan terdampak masuk dalam daftar relokasi, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Tegal, disusul Purbalingga, Pemalang, dan Batang.

Langkah percepatan ini dilakukan karena kondisi wilayah yang dinilai sudah tidak aman untuk dihuni, ditambah curah hujan yang masih tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan. Pemerintah menargetkan warga segera berpindah dari pengungsian ke hunian sementara.

“Kami sudah instruksikan kepada bupati. Lahan sudah didapat di wilayah Perhutani dan sudah dicek keamanannya,” ujar Ahmad Luthfi di Kota Semarang, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, lokasi relokasi tidak hanya mempertimbangkan aspek keamanan tempat tinggal, tetapi juga akses pendidikan bagi anak-anak serta keberlanjutan mata pencaharian warga.

Secara rinci, sebanyak 800 rumah akan direlokasi dari Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kemudian 50 rumah di Purbalingga, 30 rumah di Pemalang, dan 20 rumah di Batang.

Setelah lokasi ditetapkan, pemerintah akan melakukan pendekatan persuasif kepada warga agar bersedia pindah ke hunian sementara. Pasalnya, tidak semua warga langsung setuju untuk relokasi dengan alasan pekerjaan maupun harta benda yang ditinggalkan. Dalam proses edukasi tersebut, Pemprov Jateng menggandeng TNI dan Polri, serta meminta pemerintah kabupaten terus melakukan pendampingan kepada masyarakat.

Gubernur juga menginstruksikan Dinas Sosial untuk mendata secara lengkap seluruh warga terdampak, termasuk identitas, pekerjaan, dan aset yang dimiliki, guna memastikan proses relokasi berjalan tertib dan tidak ada warga yang terlewat.

Saat ini, warga terdampak di Kabupaten Tegal masih berada di pengungsian. Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi, termasuk layanan dapur umum, posko kesehatan, dan akses pendidikan bagi anak-anak.

“Kebutuhan pangan dan kesehatan warga adalah prioritas utama. Jika ada kekurangan, segera laporkan,” tegasnya.

Selain itu, Ahmad Luthfi meminta para bupati dan wali kota segera menetapkan status tanggap bencana lokal apabila terjadi bencana berbahaya, meskipun skalanya terbatas. Dengan penetapan tersebut, pemerintah provinsi dapat segera turun melakukan penanganan, tidak hanya evakuasi tetapi juga tindak lanjut perbaikan.

Ia pun mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi menimbulkan longsor, banjir, rob, maupun tanah gerak di sejumlah wilayah. (*)

LAINNYA