Gus Yasin Dukung Wakaf Sosial, Ajak Perbankan dan Lembaga Keuangan Berperan Aktif

waktu baca 3 menit
Kamis, 12 Mar 2026 06:49 14 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak berbagai pihak, khususnya sektor perbankan, untuk memperkuat gerakan wakaf sosial sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi umat.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran program wakaf sosial yang digagas oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, serta Dompet Dhuafa di Kota Semarang, Rabu (11/3/2026) malam.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu menjelaskan bahwa wakaf sosial merupakan salah satu inovasi dalam kegiatan filantropi Islam yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan keagamaan.

Menurutnya, program tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan air bersih, pengadaan ambulans, hingga perbaikan fasilitas ibadah.

“Wakaf sosial ini ditujukan untuk kegiatan yang bersifat sosial dan keagamaan, seperti penyediaan air bersih, ambulans, hingga renovasi masjid,” ujarnya.

Ia menilai, gerakan wakaf perlu terus dikembangkan agar menjadi bentuk amal jariyah yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan umat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah mendorong penguatan program wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah. Program tersebut mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Gus Yasin menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan filantropi Islam. Salah satunya terlihat dari kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang dinilai menjadi rujukan di tingkat nasional.

Ia menyebutkan, selama sekitar sepuluh tahun terakhir para ASN di lingkungan Pemprov Jateng secara rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

“Setiap bulan, alhamdulillah terkumpul sekitar Rp8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah,” jelasnya.

Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik di berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Keberhasilan pengelolaan zakat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk mengoptimalkan pengelolaan wakaf agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Gus Yasin juga menegaskan pentingnya memberi contoh dalam menggerakkan wakaf. Ia mengaku pada hari yang sama telah dua kali melakukan peluncuran QR wakaf sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

Karena itu, ia mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk turut mendukung dan berpartisipasi dalam gerakan wakaf.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng-Semarang, Mohamad Noor Nugroho, menjelaskan bahwa peluncuran program wakaf sosial merupakan bentuk sinergi antara BI dan Dompet Dhuafa untuk memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.

Dalam program Wakaf Sosial Bank Indonesia tersebut terdapat tiga fokus utama, yakni wakaf air melalui pembangunan sumur bor untuk penyediaan air bersih, wakaf renovasi masjid guna meningkatkan kelayakan tempat ibadah, serta wakaf ambulans untuk mendukung layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Jawa Tengah.

Melalui program ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses air bersih, fasilitas ibadah yang lebih layak, serta layanan kesehatan yang lebih memadai.

Dalam kesempatan yang sama, BMPD Jateng-Semarang bersama OJK dan BI juga menyalurkan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial, di antaranya Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, Panti Sosial Anak Asuh Sunan Drajat, Panti Asuhan Anak Asuh Sunan Kalijaga, Panti Asuhan Al-Amanah, serta Special Olympics Indonesia Jawa Tengah. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp70 juta.(*)

LAINNYA
x