Jalur Penghubung Kota dan Kabupaten Semarang Ambles, Warga Harapkan Penanganan Cepat

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 12:42 15 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Kerusakan jalan akibat tingginya curah hujan dan kondisi tanah yang labil terjadi di wilayah Kabupaten Semarang. Ruas jalan penghubung antara Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dengan Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, dilaporkan mengalami amblesan.

Titik amblesan berada di perbatasan lingkungan Kaligawe dan Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur. Lokasinya tepat di area parkir Wana Wisata Penggaron hingga menjelang turunan menuju wilayah Kaligawe. Kondisi tersebut membuat badan jalan tidak rata, bergelombang, bahkan terdapat patahan yang cukup dalam dan membahayakan pengguna jalan.

Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, sejumlah papan peringatan telah dipasang di sekitar lokasi agar pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintas.

Warga setempat, Fany Yuliana (26), mengatakan jalan tersebut merupakan akses yang setiap hari ia lewati untuk beraktivitas. Namun kondisi jalan yang rusak membuatnya harus ekstra hati-hati.

“Harus pintar memilih jalur supaya tidak jatuh, karena jalannya tidak rata dan cukup berbahaya,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi cukup lama. Meski beberapa kali dilakukan perbaikan, kondisi jalan kembali rusak dan bahkan semakin parah.

“Saya tetap merasa takut saat melintas. Patahan jalannya makin dalam dan kalau ada kendaraan dari arah berlawanan sering tidak terlihat,” katanya.

Sementara itu, Lurah Susukan, Sihartono, menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait. Jalan yang mengalami amblesan sebagian merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sebagian lainnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Semarang.

“Kami sudah melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah serta DPU Kabupaten Semarang. Jika belum bisa dilakukan perbaikan permanen, setidaknya diperlukan penanganan sementara agar tidak semakin membahayakan,” jelasnya. (*)

LAINNYA