Jateng Tetap Jadi Magnet Pemudik, Taj Yasin Pastikan Sinergi Lintas Sektor Siap

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Mar 2026 17:19 7 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan kesiapan lintas sektor dalam menyambut Idulfitri 2026 telah dipersiapkan secara optimal. Hal itu menyusul posisi Jawa Tengah yang kembali menjadi daerah tujuan utama para pemudik.

Mengacu pada survei nasional Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, sebanyak 38,71 juta orang diperkirakan akan bergerak menuju Jawa Tengah pada Lebaran 2026. Angka tersebut menempatkan provinsi ini sebagai destinasi favorit arus mudik.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun melakukan berbagai langkah antisipatif guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik. Taj Yasin menyampaikan bahwa seluruh titik perbaikan jalan ditargetkan tuntas paling lambat 10 hari sebelum Idulfitri.

“Insyaallah 10 hari sebelum Idulfitri, seluruh perbaikan jalan, khususnya di Jawa Tengah, sudah selesai. Jateng siap menjadi salah satu jalur utama arus mudik,” ujarnya usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional tingkat Menteri secara daring di Mapolda Jateng, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan Kementerian PUPR, beberapa ruas jalan masih dalam proses peningkatan kualitas. Namun, seluruh pekerjaan tersebut dipastikan rampung sebelum puncak arus mudik tiba.

Selain kesiapan infrastruktur, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius. Taj Yasin mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama periode Lebaran.

“Kami mengikuti arahan dari BMKG bahwa potensi hujan masih ada di sejumlah wilayah. Karena itu, kesiapsiagaan harus benar-benar maksimal,” katanya.

Pemprov Jateng juga akan melakukan pengecekan lanjutan terhadap kesiapan teknis di lapangan, termasuk kesiapan posko, jalur alternatif, serta layanan publik lainnya, sesuai arahan pemerintah pusat.

“Koordinasi terus kami perkuat agar pemudik merasa aman dan nyaman, serta dapat berkumpul bersama keluarga dengan bahagia,” tegasnya.

Libur Idulfitri tahun ini diperkirakan berlangsung hampir dua pekan. Kondisi tersebut diprediksi memicu tingginya mobilitas antarwilayah sekaligus lonjakan kunjungan wisata.

Karena itu, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata untuk mengatur kapasitas pengunjung dan sistem parkir secara tertib.

“Pengelola tempat wisata harus mengatur kapasitas dan parkir dengan baik, agar wisatawan yang datang ke Jawa Tengah memperoleh pelayanan maksimal dan tidak terjadi penumpukan akibat lonjakan pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, mengingatkan bahwa tren bencana pada 2026 menunjukkan peningkatan. Hingga awal Maret 2026, tercatat hampir 500 kejadian bencana di Indonesia, dengan 82 kejadian di Jawa Tengah berupa banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

Ia menuturkan, ancaman utama menjelang Lebaran masih didominasi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta cuaca ekstrem.

BNPB telah menyiapkan enam langkah strategis, di antaranya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, menyebarluaskan peta jalur mudik rawan bencana, mengaktifkan pos komando bersama di wilayah rawan, menempatkan personel di titik strategis, menyiapkan rencana kontinjensi kawasan wisata, hingga opsi operasi modifikasi cuaca bila diperlukan.

Selain itu, BNPB mengandalkan aplikasi InaRISK yang terintegrasi dengan Kementerian PUPR, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, dan Polri. Aplikasi tersebut memungkinkan pelaporan kejadian secara real time, termasuk oleh pemudik melalui telepon seluler.

“Jika terjadi longsor atau hambatan akibat bencana, masyarakat bisa langsung melapor. Data akan terkirim cepat dan petugas dapat segera bergerak,” jelas Suharyanto.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menambahkan bahwa curah hujan sepanjang Maret masih tergolong tinggi hingga sangat tinggi, terutama pada dua pekan pertama.

“Sepuluh hari pertama Maret masih berpotensi hujan lebat di Jawa Barat, Banten, serta Jawa Tengah-DIY. Namun pada 10 hari terakhir Maret, intensitasnya diperkirakan menurun signifikan,” terangnya.

BMKG bersama BNPB terus berkoordinasi untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca secara situasional apabila muncul potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu perjalanan mudik.

“Harapannya, pada periode Idulfitri ini masyarakat dapat beraktivitas di luar ruangan dan melakukan perjalanan dengan aman serta nyaman,” pungkasnya. (*)

LAINNYA
x