Jejak Ulama Moderat Diabadikan, Pemkot Semarang Anugerahkan Penghargaan untuk KH Sholeh Darat

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 09:57 22 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang menggelar seremoni penghargaan kepada KH Sholeh Darat sebagai Tokoh Moderasi, Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional sekaligus bentuk penghormatan atas kontribusi intelektual dan dakwahnya bagi bangsa.

Dalam acara tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyerahkan Surat Keputusan perubahan nama Jalan Kyai Saleh menjadi Jalan KH Sholeh Darat. Penggantian nama ini bukan sekadar administrasi, melainkan simbol penghargaan atas peran beliau sebagai ulama kharismatik dan guru dari sejumlah tokoh besar dalam perkembangan keilmuan Islam di Nusantara.

“Jalan bukan hanya ruang lalu lintas, tetapi juga ruang ingatan. Setiap orang yang melintas akan diingatkan bahwa kota ini pernah melahirkan ulama besar yang berdakwah dengan kebijaksanaan dan semangat moderasi,” ujar Agustina.

Selain peresmian nama jalan, Pemkot Semarang juga menyerahkan piagam penghargaan kepada ahli waris (dzurriyah) KH Sholeh Darat. Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan pernyataan ahli waris serta pengesahan foto resmi KH Sholeh Darat untuk memastikan keabsahan dokumen dan kesesuaian data historis dalam proses pengusulan gelar pahlawan nasional.

Sebagai wujud komitmen melestarikan warisan pemikiran beliau, karya monumental Tafsir Faidhurrahman turut diserahkan kepada Wali Kota untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Upaya ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap tafsir yang dikenal mampu menjembatani teks keagamaan dengan konteks sosial pada masanya.

Agustina menegaskan, penghargaan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah kota dalam mengangkat kembali tokoh-tokoh lokal yang memiliki jasa besar namun belum sepenuhnya dikenal generasi muda. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan identitas sejarah dan nilai keteladanan.

“Semarang memiliki banyak figur inspiratif yang pengaruhnya melampaui zamannya. Menghidupkan kembali sosok seperti KH Sholeh Darat berarti menanamkan kebanggaan sejarah dan jati diri kepada masyarakat,” tambahnya.

Melalui penghargaan ini, Pemkot Semarang berharap kesadaran sejarah masyarakat semakin kuat, sekaligus mendorong generasi muda meneladani semangat keilmuan, kerendahan hati, dan komitmen kebangsaan yang diwariskan KH Sholeh Darat.

Langkah tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk terus merawat memori kolektif tentang tokoh-tokoh besar daerah sebagai fondasi moral dan budaya dalam membangun kota yang religius, berkarakter, dan berkemajuan. (*)

LAINNYA