Jelang Arus Mudik, 69 Titik Rawan Macet dan Bencana Intai Jalur Pantura dan Selatan Jateng

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Mar 2026 13:20 17 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM — Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran teknis terus memetakan dan mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan serta bencana di jalur nasional yang akan dilintasi pemudik. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan hambatan perjalanan dan memastikan keselamatan pengguna jalan selama periode puncak mudik.

Berdasarkan data yang dirilis Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, terdapat 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana yang tersebar di sejumlah ruas utama provinsi tersebut. Titik-titik rawan tersebut terletak di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan, serta dominan berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, dan akses keluar-masuk gerbang tol yang kerap menimbulkan antrean panjang kendaraan.

Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengatakan jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari arah barat menuju timur Pulau Jawa, termasuk kendaraan logistik dan bus antarkota. Tiap titik telah dipetakan secara rinci, sehingga personel dan peralatan teknis siap dikerahkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan maupun gangguan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Selain kemacetan, BBPJN juga mengidentifikasi 23 titik rawan bencana, yang terdiri dari 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor. Titik rawan banjir antara lain berada di Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung di perbatasan Kota Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta ruas di Kendal yang berada di jalur Pantura. Sedangkan potensi longsor didominasi di jalur selatan dan kawasan perbukitan provinsi.

Potensi genangan juga terdeteksi di beberapa ruas lain seperti Pemuda Brebes, Prupuk–batas Kabupaten Tegal/Banyumas, serta lintasan dari Sidareja sampai Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen. Lokasi-lokasi ini berada di dataran rendah yang rentan terhadap hujan intensitas tinggi dan rob.

Pemetaan ini dilaksanakan beberapa hari sebelum puncak arus mudik untuk memastikan semua pihak terkait dapat bersinergi dalam menyiapkan posko, pengawasan alat berat, serta koordinasi lintas instansi. Dengan demikian, pemerintah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan minim gangguan meskipun volume kendaraan diprediksi meningkat signifikan. (*)

LAINNYA
x