Kecepatan KA di Jalur Pekalongan–Sragi Masih Dibatasi Demi Keselamatan

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Jan 2026 14:50 34 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Demi menjaga keselamatan perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang masih memberlakukan pembatasan kecepatan bagi kereta api yang melintas di jalur Pekalongan–Sragi. Pada Selasa (20/1), kecepatan kereta api di jalur hulu telah ditingkatkan menjadi 40 kilometer per jam, sementara jalur hilir masih dibatasi 30 kilometer per jam.

Pembatasan tersebut diterapkan karena pada jalur hilir masih dilakukan pemantauan dan penanganan lanjutan untuk memastikan kondisi prasarana tetap stabil. Peningkatan kecepatan dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan dan penanganan di lokasi yang sebelumnya terdampak genangan air.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa penyesuaian kecepatan ini merupakan bagian dari proses pemulihan operasional yang dilakukan secara bertahap.

“Meski peningkatan kecepatan masih terbatas, ini menunjukkan bahwa kondisi jalur terus membaik. Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama,” ujar Luqman.

Ia menegaskan, kecepatan kereta api akan terus disesuaikan secara bertahap seiring perkembangan kondisi jalur dan hasil pemantauan di lapangan.

Luqman menambahkan, untuk perjalanan kereta api dengan keberangkatan awal dari wilayah Daerah Operasi 4 Semarang, operasional pada Selasa (20/1) sudah kembali normal. Tidak tercatat adanya pembatalan perjalanan maupun keterlambatan signifikan untuk kereta api keberangkatan awal.

Namun demikian, masih terdapat dua perjalanan kereta api yang melintas wilayah Daerah Operasi 4 Semarang yang dibatalkan, yakni KA 7004 Sembrani Tambahan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dan KA 2B Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi. Kedua kereta api tersebut tetap melayani naik turun penumpang di stasiun-stasiun wilayah Daerah Operasi 4 Semarang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Petugas masih terus melakukan upaya normalisasi jalur Pekalongan–Sragi agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal,” pungkas Luqman. (***)

LAINNYA