Kemantapan Jalan Nasional Jateng Capai 93,47 Persen, Siap Sambut Arus Mudik Lebaran 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 12:13 21 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah memastikan jalan nasional di Jawa Tengah dalam kondisi siap dilalui pemudik pada Lebaran 2026. Tingkat kemantapan jalan nasional di provinsi ini tercatat mencapai 93,47 persen.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menyampaikan bahwa penanganan menjelang Lebaran difokuskan pada Jalur Pantura yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan dari barat ke timur Pulau Jawa.

“Kegiatan penambalan dan perbaikan kita lakukan sampai H-10 Lebaran. Targetnya sebelum puncak arus mudik, kondisi jalan sudah aman dan nyaman dilintasi,” ujarnya usai memberikan keterangan pers Kesiapan Jalur Lebaran 2026 di kantor BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Kabupaten Semarang, Jumat, 27 Februari 2026.

Selain itu, pekerjaan peninggian jalan juga dilakukan di ruas Kaligawe Semarang sepanjang 700 meter, mencakup jalur cepat dan jalur lambat mulai dari perbatasan jembatan tol hingga depan pintu masuk rumah sakit di kawasan tersebut.

“Target realistis kita 700 meter sudah berfungsi pada 11 Maret. Itu jalur cepat dan lambat sudah bisa dilalui,” ujarnya.

Ruas Kaligawe merupakan salah satu titik dengan lalu lintas terpadat di Kota Semarang karena menjadi jalur utama penghubung Jakarta–Surabaya sekaligus akses aktivitas lokal Semarang–Demak.

Iqbal menjelaskan, opsi penutupan total sempat dipertimbangkan untuk mempercepat pekerjaan. Namun, setelah berkoordinasi dengan kepolisian lalu lintas, langkah tersebut tidak memungkinkan karena tingginya volume kendaraan.

“Kalau ditutup total memang bisa lebih cepat selesai. Tapi volume kendaraan di situ sangat tinggi, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penutupan penuh,” katanya.

Selain Kaligawe, penanganan prioritas juga dilakukan di wilayah Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kendal yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi pada Januari hingga awal Februari.

Pekerjaan preservasi meliputi penambalan jalan, perbaikan rigid pavement, pelapisan ulang aspal, serta penanganan lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan data per 27 Februari 2026, total jalan nasional di Jawa Tengah mencapai 256 ruas dengan panjang 1.581,45 kilometer. Sementara itu, kondisi jembatan nasional juga dipastikan siap, dengan jumlah 852 unit sepanjang 33.075,32 meter. Tingkat kemantapan jembatan mencapai 97,41 persen berdasarkan unit dan 95,67 persen berdasarkan panjang.

Iqbal menambahkan, faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pekerjaan. Namun, seluruh satuan kerja dan PPK telah diinstruksikan untuk tetap sigap menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kalau hujan malam, pagi harus sudah siap kerja. Target tidak boleh terganggu. Persiapan alat, bahan, dan tenaga harus selalu siap,” tegasnya.

Ia optimistis target penyelesaian sebelum H-10 Lebaran dapat tercapai seiring berkurangnya intensitas hujan di wilayah Pantura.

“Kita berharap Lebaran tahun ini bisa lebih baik dalam melayani para pemudik,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kesiapan daerahnya dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026, termasuk melalui percepatan perbaikan infrastruktur jalan.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah merupakan jalur utama perlintasan nasional sehingga kesiapan infrastruktur harus dilakukan secara optimal.

“Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujarnya beberapa waktu lalu. (*)

LAINNYA
x