Kembali Pimpin Semarang Zoo, Bimo Paparkan Langkah Strategis Konservasi Satwa

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 14:18 24 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Direktur PT Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, membeberkan strategi konservasi yang tengah dijalankan, khususnya terkait keberadaan harimau benggala di Semarang Zoo.

Bimo menjelaskan, harimau benggala ( Panthera tigris tigris ) yang tersisa saat ini merupakan hasil pembiakan lama. Kondisi tersebut membuat pihak pengelola membutuhkan indukan atau pejantan baru guna mencegah risiko cacat genetik pada anakan harimau.

Menurutnya, praktik perkawinan sedarah atau inbreeding dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kelainan jantung, nafsu makan rendah, hingga risiko kematian sebelum satwa mencapai usia dewasa. Hal ini juga berdampak pada perubahan warna bulu harimau yang tampak lebih pucat.

Sebagai langkah antisipasi, manajemen Semarang Zoo sengaja mengosongkan kandang harimau dan melakukan penyesuaian koleksi satwa dengan mendatangkan jenis lain, seperti kapibara dan sitatunga.

Selain itu, Bimo menyampaikan rencana untuk menghadirkan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) guna memperkaya koleksi sekaligus mendukung program konservasi satwa endemik Indonesia.

Ia menegaskan, konservasi merupakan kewajiban setiap lembaga konservasi, termasuk dalam hal pengembangbiakan satwa. Oleh karena itu, Semarang Zoo terus berupaya menyiapkan kandang dan membuka peluang kerja sama melalui mekanisme hibah maupun tukar-menukar satwa dengan lembaga lain.

Tak hanya harimau, Bimo juga menyoroti keberadaan tiga ekor orangutan Kalimantan jantan yang saat ini belum dapat dikembangbiakkan karena ketiadaan betina. Pihaknya pun mempertimbangkan opsi pertukaran satwa agar proses konservasi dapat berjalan optimal.

Menanggapi berbagai isu negatif yang beredar di media sosial, Bimo menegaskan pihaknya tetap fokus bekerja berdasarkan kajian ilmiah dan prinsip konservasi.

“Kami bekerja berdasarkan ilmu dan kaidah konservasi, sehingga tidak perlu terpengaruh isu yang tidak berdasar,” tegasnya. (*)

LAINNYA