Koperasi Merah Putih Bersinergi dengan Pasar Rakyat, Hadirkan Sembako Terjangkau

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 11:44 13 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri pembukaan Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon, Minggu (8/2). Kegiatan ini memadukan aktivitas ekonomi ratusan pelaku UMKM dengan program pangan murah yang digagas Koperasi Merah Putih, sebagai upaya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Bazar tersebut menjadi wujud kolaborasi antara Pasar Rakyat Bangetayu Kulon yang telah berjalan selama empat tahun dengan koperasi yang baru terbentuk. Sinergi ini dinilai mampu memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis komunitas.

Wali Kota Agustina menyampaikan apresiasinya kepada warga Kelurahan Bangetayu Kulon dan pengurus Koperasi Merah Putih atas kerja sama strategis tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan koperasi dengan pengembangan ekonomi rakyat.

Bangetayu Kulon yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak kini berkembang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi lokal. Ratusan pelaku UMKM dari wilayah Genuk dan sekitarnya turut ambil bagian dengan menjajakan beragam produk, mulai dari kuliner hingga kebutuhan rumah tangga.

Ketua Paguyuban Pasar Rakyat Bangetayu Kulon, Walid, menyampaikan bahwa pasar tersebut awalnya hanya diikuti sekitar 20 lapak, namun kini telah berkembang menjadi 250 lapak. Bahkan, masih terdapat puluhan pelapak yang menunggu giliran karena keterbatasan ruang. Ia berharap dukungan pemerintah, khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan, agar pasar dapat terus berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Agustina mendorong percepatan pembangunan fisik di wilayah Genuk, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung aktivitas UMKM. Ia menilai perputaran ekonomi yang terjadi secara rutin di pasar rakyat ini efektif dalam menekan inflasi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Pemerintah Kota Semarang juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk penanganan banjir di wilayah Genuk demi menunjang kenyamanan kegiatan ekonomi warga.

Selain itu, bazar ini menyediakan paket sembako dengan harga Rp30.000 dan Rp75.000, serta Minyak Kita dengan harga sekitar Rp15.000, sebagai langkah membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga menjelang Ramadan. Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan sampah tidak menyumbat saluran air agar aktivitas pasar tidak berdampak pada potensi banjir. (*)

LAINNYA