Kudus Luncurkan Tari Caping Kalo, Angkat Filosofi Perempuan Kudus sebagai Ikon Budaya BaruNALARMEDIA.COM – Kota Kudus resmi menghadirkan Tari Caping Kalo sebagai ikon budaya baru yang mengangkat nilai filosofi sosok perempuan Kudus yang anggun, kuat, dan penuh kearifan lokal. Peluncuran tari ini menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah yang sarat makna historis dan sosial.
Tari Caping Kalo terinspirasi dari caping kalo, penutup kepala tradisional khas Kudus yang dahulu dipakai oleh para perempuan di daerah pegunungan Muria sebagai pelindung dari terik matahari. Kini, objek budaya tersebut dihidupkan kembali melalui tarian yang tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga menggambarkan karakter perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggarapan tari ini melibatkan seniman lokal serta berbagai pihak yang peduli pada pelestarian budaya. Caping kalo dipilih sebagai simbol karena anyaman bambunya yang halus mencerminkan kehidupan masyarakat yang rukun, sedangkan bentuknya yang kuat menggambarkan keteguhan jiwa perempuan dalam menjaga nilai-nilai tradisi serta ketakwaan.
Tari Caping Kalo merupakan pengembangan lanjutan dari upaya pelestarian budaya Kudus yang sebelumnya telah dikembangkan dalam karya seni tari Lajur Caping Kalo. Kini karya baru ini diharapkan dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu identitas budaya yang kuat di Kudus.
Melalui peluncuran ikon budaya tersebut, para seniman dan pegiat budaya berharap Tari Caping Kalo tidak hanya menjadi suguhan pertunjukan estetis, tetapi juga sarana edukasi yang meningkatkan kecintaan generasi muda pada warisan tradisional. (*)