Megono Jadi Bintang Syawalan, Tradisi Pekalongan Kian Menggoda WisatawanNALARMEDIA.COM — Ribuan porsi nasi megono disajikan dalam perayaan tradisi Syawalan di Kabupaten Pekalongan, menjadikannya sebagai sajian utama yang sarat makna budaya sekaligus daya tarik wisata daerah.
Kegiatan bertajuk Harmoni Syawalan Megono 2026 yang digelar di kawasan wisata Linggoasri ini berlangsung meriah dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga. (Jawa Tengah)
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, menyampaikan bahwa Syawalan merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong yang perlu terus dijaga. Menurutnya, tradisi ini telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat pesisir utara Jawa, khususnya Pekalongan. (Jawa Tengah)
Dalam perayaan tersebut, nasi megono tampil sebagai simbol utama. Kuliner khas berbahan dasar nangka muda yang dicampur kelapa parut ini tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena nilai filosofis yang melekat di dalamnya sebagai bagian dari budaya lokal. (Jawa Tengah)
Sukirman menegaskan, megono bukan sekadar makanan, melainkan kekayaan kuliner daerah yang harus terus dikenalkan kepada masyarakat luas. Ia berharap tradisi Syawalan dengan sajian khas tersebut dapat menjadi sarana promosi budaya sekaligus menarik minat wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan pun berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan. Selain memperkuat kebersamaan masyarakat, event tersebut juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata serta memperkenalkan potensi budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.
Melalui perpaduan antara tradisi dan kuliner khas, Syawalan Megono di Pekalongan terus berkembang sebagai identitas budaya yang hidup dan menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. (*)