Panen Melimpah, Ahmad Luthfi Ingatkan Distribusi dan Harga Tetap Terkendali

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 19:42 13 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kondisi pasokan pangan di wilayahnya tetap aman. Hal ini didukung oleh produksi padi pada awal 2026 yang tercatat mengalami surplus.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Frans Dasilva, menyampaikan bahwa estimasi produksi gabah kering giling (GKG) periode Januari hingga Maret 2026 mencapai sekitar 3,35 juta ton. Setelah dikonversi terhadap kebutuhan konsumsi, potensi surplus beras diperkirakan sekitar 900 ribu ton.

“Dari sisi produksi kita surplus. Tantangannya adalah memastikan distribusi dan tata kelola berjalan baik agar pasokan tetap tersedia di Jawa Tengah sekaligus memperkuat cadangan,” ujar Frans saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima audiensi dari Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah di Semarang, Selasa (3/3).

Ia menambahkan, harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Bahkan, di sejumlah daerah harga mencapai Rp6.700 hingga Rp7.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras di tingkat konsumen relatif stabil, masih di bawah Rp13.000 per kilogram.

Kepala Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, mengungkapkan bahwa hingga awal Maret 2026 realisasi serapan gabah telah mencapai 63.909 ton setara beras atau sekitar 12,39 persen dari target pengadaan tahun ini sebesar 515.722 ton setara beras.

Menurutnya, puncak panen yang diperkirakan berlangsung pada Maret hingga April menjadi periode penting untuk mempercepat penyerapan. Saat ini rata-rata serapan sekitar 3.000 ton per hari, sementara untuk memenuhi target tahunan dibutuhkan peningkatan hingga 3.900 ton per hari.

Artinya, masih diperlukan tambahan sekitar 900 ton per hari agar target pengadaan 2026 dapat tercapai atau bahkan terlampaui.

Bulog juga meminta dukungan Pemprov Jateng agar pelaku industri pengolahan padi yang belum tergabung sebagai Mitra Pengadaan Pangan (MPP) dapat menyisihkan minimal 10 persen dari kapasitas produksinya guna memperkuat cadangan pemerintah.

Selain beras, Bulog Jateng mendapat penugasan menyerap jagung pipil kering untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dengan target 73.776 ton pada 2026. Hingga 1 Maret 2026, realisasinya mencapai 5.230,85 ton atau 7,09 persen dari target tahunan.

Untuk komoditas minyak goreng rakyat, realisasi penerimaan Minyakita tercatat sebesar 6.099.616 liter atau 90,06 persen dari rencana pengadaan 6.772.540 liter.

Sementara itu, posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Jawa Tengah per 1 Maret 2026 mencapai 344.312 ton setara beras. Ditambah dengan jagung pipil kering sebanyak 8.103 ton dan stok minyak goreng sebesar 3.530.273 liter.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah daerah harus tetap waspada terhadap dinamika harga, baik di tingkat petani maupun konsumen.

“Kita tidak boleh lengah. Jika ada kenaikan harga yang berpotensi tinggi, harus segera dilakukan intervensi agar tidak terjadi fluktuasi berlebihan,” tegasnya. (*)

LAINNYA
x