Pemerintah Kabupaten Semarang Resmi Luncurkan Proyek Pembangunan Daerah 2025 NALARMEDIA.COM – Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, meresmikan secara simbolis seluruh proyek pembangunan daerah tahun 2025. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan sembilan prasasti proyek fisik yang berlangsung di Dusun Ngroto, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Rabu (28/1/2026) siang.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Semarang untuk terus melaksanakan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, sesuai dengan aspirasi masyarakat. Ia juga menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar segera mendata jalan rusak yang menjadi kewenangan Pemkab Semarang.
Menurutnya, perbaikan jalan akan diprioritaskan guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ia berharap seluruh perbaikan dapat diselesaikan selama bulan Ramadan.
Terkait Jembatan Macanan, Bupati menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bertujuan mengembalikan akses penghubung dua dusun yang sebelumnya terputus. Sebelum dibangun secara permanen, jembatan sementara jenis Bailey telah didirikan melalui kerja sama dengan Kodam IV Diponegoro. Nilai kontrak pembangunan Jembatan Macanan mencapai Rp2,446 miliar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Macanan merupakan bagian dari 642 paket pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan pada 2025 dengan total anggaran sebesar Rp228,981 miliar. Selain itu, terdapat 30.047 paket pekerjaan nonkonstruksi dengan nilai Rp739,425 miliar.
Adapun pembangunan fisik yang dilakukan meliputi pembangunan Gedung Inspektorat, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Kaliwungu dan Ngempon, Puskesmas Pembantu di Kelurahan Kupang Ambarawa, serta Menara Masjid Agung Al Mabrur tahap II.
Valeanto menambahkan, seluruh pekerjaan konstruksi tersebut dikelola oleh 58 perangkat daerah dengan sumber pendanaan berasal dari APBD Kabupaten Semarang, bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Sementara itu, warga Dusun Macanan, Widodo, mengapresiasi pembangunan jembatan penghubung tersebut. Ia menyebut, akses warga kini kembali normal setelah sebelumnya harus memutar melalui dusun lain dengan waktu tempuh yang lebih lama. (*)