Pemerintah Kota Semarang Perkuat Jembatan Persen Gunungpati dengan Konstruksi Beton

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 16:12 26 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah menuntaskan pembangunan Jembatan Persen yang berada di Jalan Jembatan Kali Kidang, Kecamatan Gunungpati. Pembangunan dengan nilai anggaran sebesar Rp4,61 miliar tersebut menggantikan jembatan lama berbahan kayu menjadi konstruksi baja yang dilapisi cor beton demi meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menyampaikan bahwa jembatan tersebut kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun mobil pribadi. Meski demikian, pihaknya masih membatasi akses bagi kendaraan berat seperti truk guna menjaga ketahanan dan usia teknis jembatan yang baru selesai direvitalisasi. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan masukan masyarakat.

“Untuk saat ini jembatan sudah bisa dilalui kendaraan ringan, namun kendaraan berat belum kami perbolehkan melintas agar struktur jembatan tetap awet,” ujar Suwarto, Rabu (21/1).

Sebagai salah satu jalur penghubung strategis antara kawasan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip), proyek pembangunan Jembatan Persen juga dilengkapi dengan pengaspalan jalan pendekat. Selain itu, turut dibangun bronjong, dinding penahan tanah sepanjang 58 meter, serta sistem drainase guna menunjang daya tahan infrastruktur dalam jangka panjang.

Pembangunan jembatan ini merupakan respons Pemerintah Kota Semarang terhadap aspirasi dan laporan masyarakat yang disampaikan melalui kanal aduan resmi AWP Lapor Semar serta media sosial.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang aktif melaporkan kondisi infrastruktur melalui AWP Lapor Semar maupun media sosial DPU,” tambahnya.

Sementara itu, untuk menjaga kualitas infrastruktur secara menyeluruh, DPU Kota Semarang juga secara rutin menurunkan tim rencana teknis guna melakukan survei lapangan di berbagai wilayah. Pemantauan difokuskan pada kondisi jalan penghubung antar kawasan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

“Survei dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi jalan tetap layak. Prioritas perbaikan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan, volume lalu lintas, serta laporan dari masyarakat,” tutup Suwarto. (***)

LAINNYA