Pemilik Pabrik Diimbau Tidak Menghemat Anggaran Pengamanan KebakaranNALARMEDIA.COM – Pemilik pabrik maupun pelaku usaha skala besar diingatkan agar tidak mengabaikan alokasi anggaran untuk sistem proteksi kebakaran. Ketersediaan perlindungan kebakaran dinilai sangat penting demi menjaga keselamatan aset, pekerja, dan kelangsungan usaha.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Temanggung Agus Setyawan saat menghadiri Seminar Sistem Penanggulangan Kebakaran yang digelar di Pendopo Pengayoman, Temanggung, Selasa (3/2/2026). Ia menekankan bahwa pengadaan sarana proteksi kebakaran seharusnya tidak dipandang sebagai beban biaya, melainkan sebagai bentuk perlindungan jangka panjang bagi keberlanjutan bisnis.
Menurut Agus, mengandalkan petugas pemadam kebakaran saja tidaklah cukup, terlebih dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Temanggung. Meski demikian, ia memastikan bahwa personel pemadam kebakaran akan selalu berada di garda terdepan setiap kali menerima laporan kejadian.
“Walaupun dengan keterbatasan peralatan, petugas pemadam kebakaran pasti datang saat dibutuhkan. Tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga membantu berbagai persoalan kemanusiaan lainnya, termasuk evakuasi sarang tawon agar warga terhindar dari bahaya,” ujarnya.
Pentingnya sistem proteksi kebakaran juga disampaikan oleh pemilik pabrik kayu lapis Pundi Alam Perkasa di Kranggan, Viktor. Ia mengakui bahwa kebakaran masih menjadi ancaman serius bagi sektor industri di Kabupaten Temanggung. Bahkan, pabrik miliknya pernah mengalami kebakaran hebat sebanyak dua kali pada tahun 2021 dan 2022 akibat kondisi mesin yang mengalami panas berlebih.
“Pabrik saya sudah dua kali terbakar. Kebakaran itu sulit diprediksi, karena tidak pernah bisa dijadwalkan kapan akan terjadi,” ungkapnya.
Viktor menuturkan, dampak kebakaran tidak hanya sebatas kerugian materi. Ratusan karyawan berisiko kehilangan pekerjaan, sementara perusahaan juga harus menanggung kerugian nonmateri berupa menurunnya kepercayaan pelanggan akibat kegagalan memenuhi pesanan.
Oleh karena itu, ia mengajak para pelaku usaha untuk mengubah cara pandang dalam menyikapi pengadaan sistem keamanan dan proteksi kebakaran sebagai investasi penting demi keberlangsungan usaha dan keselamatan semua pihak. (*)