

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat menangani banjir kiriman yang terjadi pada Sabtu (14/3) malam hingga Minggu (15/3) pagi di sejumlah wilayah. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penanganan darurat, terutama di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, serta beberapa titik di Rowosari, Sampangan, dan Mayangsari.
Agustina menjelaskan, banjir yang melanda Perumahan Dinar Indah dipicu oleh tingginya curah hujan di daerah hulu, khususnya wilayah Ungaran bagian timur. Debit air dari aliran Kali Babon yang meningkat kemudian mengalir hingga ke wilayah hilir dan menyebabkan genangan di permukiman warga.


“Curah hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu, tepatnya Ungaran bagian timur, membuat debit aliran Kali Babon meningkat sehingga memicu genangan di kawasan permukiman warga di Dinar Indah,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih parah, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial, serta unsur TNI dan Polri diterjunkan ke lokasi guna memperkuat tanggul yang berada dalam kondisi rawan.

Di kawasan Dinar Indah, penguatan tanggul dilakukan sepanjang kurang lebih 30 meter pada titik yang dinilai paling rentan terhadap limpasan air.
Menurut Agustina, selain memasang ribuan karung pasir atau sandbag, tanggul tersebut juga akan diperkuat dengan pemasangan trucuk bambu agar struktur tanggul lebih kokoh dan tidak mudah tergerus apabila terjadi kiriman air susulan.
Penanganan juga dilakukan di sejumlah wilayah terdampak lainnya, khususnya di Kelurahan Rowosari yang mencakup Perumahan Argo Residence, Perumahan Rowosari Megah Asri 2, serta Perumahan Grand Permata Tembalang. Selain itu, wilayah Sampangan dan Mayangsari juga menjadi perhatian dalam penanganan banjir kali ini.
Agustina menambahkan bahwa Pemkot Semarang terus melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, mengingat Kali Babon merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana sebelum, saat, dan setelah kejadian. Koordinasi ini penting untuk merumuskan solusi jangka panjang agar warga tidak terus dihantui kekhawatiran setiap kali hujan deras,” katanya.
Hingga Minggu pagi, tim teknis masih berada di lapangan untuk memastikan seluruh titik rawan dapat tertangani dengan baik. Pemkot Semarang juga tetap menyiagakan personel serta peralatan di sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami genangan.
“Saat ini kami juga memantau kondisi cuaca melalui radar BMKG secara real-time karena situasi cuaca masih sangat dinamis. Stok sandbag tambahan dan tenaga lapangan juga telah disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” tegasnya. (*)
