Pemkot Semarang Perluas Program Sekolah Swasta Gratis, Kini Jangkau 133 Sekolah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 12:05 18 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, resmi memperluas jangkauan program Sekolah Swasta Gratis pada tahun ajaran 2026. Dalam kegiatan penyerahan bantuan Sekolah Swasta Gratis dan Focus Group Discussion (FGD) perubahan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Aula Balai Kota Semarang, Jumat (27/2), jumlah sekolah swasta mitra meningkat menjadi 133 sekolah, dari sebelumnya 129 sekolah.

Penambahan tersebut meliputi 40 TK, 48 SD, dan 45 SMP swasta yang tersebar di seluruh wilayah Kota Semarang. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan bahwa hibah pendampingan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBD merupakan langkah nyata untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan melalui tagline Semarang Cerdas.

“Tahun 2025 lalu, program ini telah memberi manfaat bagi 16.340 siswa dengan anggaran Rp25,79 miliar. Tahun ini kita tambah jangkauannya menjadi 133 sekolah agar sekolah swasta bisa menjadi pilihan utama yang bagus dan gratis bagi warga,” ujarnya.

Agustina juga menyampaikan apresiasi kepada yayasan dan lembaga pendidikan yang bersedia berpartisipasi sebagai sekolah gratis. Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, dalam memperoleh jaminan pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Kita ingin orang tua merasa tenang karena pemerintah hadir memberikan dukungan. Meski APBD Kota Semarang belum kuat untuk menggratiskan seluruh sekolah swasta secara total, tetapi penambahan jangkauan ini adalah komitmen kami untuk terus hadir. Kami juga sedang mengupayakan regulasi beasiswa parsial agar bantuan bisa makin tepat sasaran langsung kepada siswa yang membutuhkan,” katanya.

Selain penyerahan hibah, kegiatan tersebut juga diisi dengan FGD terkait perubahan Perwal tentang SPMB 2026. Ia menekankan bahwa pembaruan regulasi setiap tahun penting untuk menjaga kepercayaan publik serta menutup peluang praktik “titip-menitip” siswa.

“Sistem Pemkot Semarang sudah diakui nasional karena transparansinya. Namun, aturan harus terus kami perketat untuk menutup setiap celah yang mungkin ada. Saya pastikan tahun lalu tidak ada titipan karena sistemnya sudah sangat solid dan akuntabel. Kami ingin masyarakat percaya bahwa mekanisme yang dibuat Pemkot Semarang ini benar-benar adil bagi semua anak,” tegasnya.

Melalui integrasi program sekolah gratis dan sistem pendaftaran yang transparan, Wali Kota berharap kualitas pendidikan di Kota Semarang terus meningkat dan berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Masa depan Kota Semarang sedang duduk di ruang-ruang kelas hari ini. Tugas kita adalah memastikan akses pendidikan terbuka lebar dan mutunya terus terjaga agar anak-anak kita siap menghadapi tantangan masa depan dan tidak menjadi generasi yang hilang,” pungkasnya. (*)

LAINNYA
x