

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menginstruksikan penguatan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digelar di Kantor Kecamatan Semarang Barat serta pasar pangan murah “Pak Rahman” di Kecamatan Mijen pada Jumat (6/3), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menargetkan pelaksanaan 240 operasi pasar hingga akhir Ramadan.
Agustina menjelaskan, langkah tersebut dijalankan Pemkot Semarang bersama Satgas Pangan Kota Semarang dengan mengoptimalkan armada keliling “Pak Rahman” atau Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman serta layanan “Kempling Semar”.



“Atas hasil koordinasi dengan Satgas Pangan, kami sepakat menambah jumlah operasi pasar yang selama ini dilakukan. Targetnya mencapai 240 titik hingga akhir bulan puasa ini. Armada kami bergerak setiap hari menyasar 3 sampai 4 lokasi untuk memastikan suplai bahan pangan langsung menjangkau masyarakat di tingkat bawah,” ujarnya.
Pada pelaksanaan GPM Serentak tersebut, penyaluran logistik tercatat cukup besar. Di Kecamatan Semarang Barat, didistribusikan sekitar 1,5 ton beras SPHP, 3 ton beras medium, 300 kilogram bawang putih, serta ratusan kilogram komoditas lain seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras dengan dukungan 23 mitra strategis. Sementara di Kecamatan Mijen, pasokan serupa juga disalurkan dengan tambahan stok protein yang lebih lengkap.

“Tim Kempling Semar ini bekerja sangat presisi. Di Mijen stoknya lebih lengkap karena permintaan warga akan daging dan ayam cukup tinggi. Berbeda dengan di Semarang Barat yang lebih fokus ke kebutuhan pokok dasar. Jarang sekali mereka membawa pulang barang sisa, semuanya habis terserap karena tim kami paham betul karakteristik kebutuhan warga di tiap titik,” ungkapnya.
Upaya intervensi yang dilakukan secara konsisten tersebut mulai berdampak pada penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura di pasar tradisional. Wali Kota menyebutkan harga cabai yang sebelumnya sempat melonjak hingga Rp95.000–Rp100.000 per kilogram kini berhasil ditekan menjadi sekitar Rp75.000 per kilogram melalui strategi pemotongan jalur distribusi langsung dari produsen.
“Harapan kami ini terus dilakukan sehingga harga sembakonya stabil. Fluktuasi harga yang mempengaruhi inflasi di Kota Semarang itu terjadi sepanjang tahun, bukan hanya jelang Lebaran. Maka dari itu, Satgas Pangan tidak pernah berhenti bergerak. Kami ingin masyarakat merasa tenang karena pemerintah hadir mengawal ketersediaan barang di pasar,” imbuhnya.
Agustina menegaskan keberhasilan menekan inflasi hingga 2,1 persen pada akhir tahun lalu menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga daya beli masyarakat. Ia berharap ekosistem pangan yang sehat dapat dipertahankan sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan nyaman tanpa terbebani kenaikan harga.
“Masa depan kesejahteraan warga salah satunya ditentukan dari keterjangkauan pangan. Tugas kami adalah memastikan akses pangan terbuka lebar dan harganya terukur bagi seluruh lapisan masyarakat Semarang,” pungkas Agustina. (*)
Ella Elisa










Agustina Wilujeng Ahmad Luthfi Banjir Bupati Purbalingga CUACA DPRD DPRD Kota Semarang Dugderan 2026 Dugderan 2026 Tampil Lebih Semarak Dugderan Semarang 2026 Gubernur Ahmad Luthfi Gubernur Jateng Gubernur Jawa Tengah HUJAN JATENG Jawa Tengah Jelang Mudik Lebaran Kabupaten Jepara KAI KAI Daop 4 Semarang Koperasi Merah Putih KUDUS Lebaran 2026 Libur Nataru MUDIK LEBARAN 2026 NALARMEDIA.COM Pati Pemkab Purbalingga Pemkot Magelang Pemkot Semarang Pemprov Jateng Pengelolaan Sampah PPPK SEKDA JATENG Semarang Stasiun Semarang Tawang Taj Yasin Taj Yasin Targetkan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang Rampung Tiga Hari Trending UMKM USM Viral Wakil Gubernur Jateng Wali Kota Semarang Walikota Semarang

