
NALARMEDIA.COM – Harapan mulai menyala bagi warga Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, setelah rumah mereka porak-poranda diterjang angin puting beliung. Pemerintah Kota Semarang memastikan rumah-rumah yang rusak akan segera direnovasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung meninjau lokasi terdampak dan menegaskan bahwa penanganan pascabencana dilakukan secara cepat dan terukur. Ia memastikan proses perbaikan rumah warga akan segera berjalan setelah pendataan rampung.
“Yang harus direnovasi akan masuk dalam daftar program RTLH. Kami upayakan prosesnya cepat karena ini kebutuhan mendesak warga,” ujarnya.
Bencana puting beliung yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu mengakibatkan setidaknya 65 rumah warga mengalami kerusakan, dengan 29 di antaranya tergolong rusak berat dan membutuhkan penanganan serius.
Tak hanya fokus pada perbaikan fisik, Pemkot Semarang juga telah lebih dulu menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. Mulai dari kebutuhan pokok, terpal, hingga tempat tidur sementara telah diberikan untuk meringankan beban warga di tengah kondisi sulit.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan stimulan bagi setiap rumah terdampak guna mempercepat proses pemulihan. Kebijakan ini diharapkan mampu membuat warga segera kembali menempati hunian yang layak dan aman.
Di tengah situasi tersebut, semangat gotong royong warga menjadi pemandangan yang menguatkan. Tanpa menunggu lama, warga bersama relawan dan pemerintah bahu-membahu membersihkan puing serta memperbaiki bagian rumah yang masih bisa diselamatkan.
Agustina pun mengapresiasi solidaritas tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Warga sangat luar biasa, langsung bergerak bersama. Ini yang membuat penanganan bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Pemkot Semarang berharap seluruh proses perbaikan dapat segera tuntas, sehingga warga terdampak bisa kembali menjalani aktivitas normal. Lebih dari itu, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (*)