Pemprov Jateng Pantau Kondisi PMI di Timur Tengah di Tengah Meningkatnya Konflik

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Mar 2026 10:08 12 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut yang berada di kawasan Timur Tengah.

Pemantauan dilakukan secara intensif menyusul meningkatnya ketegangan dan eskalasi konflik di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan pihaknya sejak awal telah berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di negara-negara Timur Tengah.

Menurutnya, komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kawasan tersebut telah dilakukan sejak hari pertama situasi geopolitik mulai memanas.

“Kami sudah menjalin komunikasi dan terus memantau perkembangan situasi di sana,” ujarnya usai bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga telah menyebarkan nomor hotline kepada para pekerja migran dan warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah agar dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat.

Dzulfikar menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dalam setiap perkembangan situasi yang terjadi di kawasan tersebut untuk memastikan keselamatan para warga negara Indonesia.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya warga Indonesia atau PMI asal Jawa Tengah yang berada di sekitar wilayah konflik, ia mengaku belum dapat memastikan hal tersebut. Saat ini pemerintah masih melakukan pendataan sambil menunggu laporan dari para pekerja migran yang berada di wilayah tersebut.

Ia menambahkan bahwa selain pekerja migran, terdapat pula warga Indonesia yang sedang menjalankan ibadah umrah di kawasan Timur Tengah.

“Sejauh ini kalau melihat komposisinya, situasinya masih relatif aman dan terkendali,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus menjaga keselamatan pekerja migran Indonesia, khususnya yang berasal dari Jawa Tengah.

Pemantauan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya perlindungan tersebut. Bahkan, apabila kondisi mengharuskan, pemerintah daerah siap mengambil langkah pemulangan warga dengan berkoordinasi bersama kementerian terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri.

Selain memantau dampak konflik, pemerintah juga terus melakukan perlindungan terhadap pekerja migran asal Jawa Tengah yang mengalami persoalan di luar negeri, termasuk mereka yang berangkat tidak melalui prosedur resmi.

Belum lama ini, pemerintah juga telah memfasilitasi pemulangan belasan pekerja migran bermasalah dari sekitar 50 PMI yang mengalami kendala di negara tempat mereka bekerja.

“Jika memang diperlukan untuk dipulangkan, maka akan kami lakukan,” ujar Luthfi saat berdialog dengan Dzulfikar. (*)

LAINNYA
x