Pemprov Jateng Siapkan Aplikasi Pengaman bagi Driver Ojol Perempuan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 10:15 14 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Kabar baik bagi para pengemudi ojek online (ojol) perempuan. Dalam waktu dekat, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen akan meluncurkan aplikasi perlindungan khusus bagi driver ojol perempuan.

“Hasil saya ngobrol dengan srikandi ojol, ada juga Komunitas Kebaya yang datang dari Purwokerto. Keluhannya apa saja. Katanya Jawa Tengah relatif aman. Namun kami akan melaunching program perlindungan untuk menangani pelecehan dan kekerasan terhadap para srikandi ojol,” kata Taj Yasin saat acara Ngabuburide Berenergi di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Jumat, 6 Maret 2026.

Melalui aplikasi tersebut, para driver nantinya cukup menekan tombol darurat yang terhubung dengan lingkungan sekitar, termasuk RT setempat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi para srikandi ojol dari tindakan yang tidak menyenangkan saat bekerja.

“Nanti bukan hanya di Kota Semarang, namun juga di kota-kota yang lain khususnya di Jawa Tengah, biar ada keamanan di jalan,” lanjutnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan para driver ojol kepada masyarakat.

“Saya termasuk yang selalu senang menggunakan jasa ojol. Bahkan, biasanya saya muter-muter bertemu dengan kawan-kawan sedang ngetem,” ucapnya.

Ia menilai keberadaan driver ojol turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Pada momentum libur Lebaran nanti, ia berharap para pengemudi akan mendapatkan lebih banyak pesanan, terutama dari wisatawan yang datang ke Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin tidak hanya bersilaturahmi dengan para driver ojol, tetapi juga bertemu dengan anak-anak yatim serta mahasiswa korban bencana Aceh–Sumut yang berada di Kota Semarang.

Salah satu perwakilan Komunitas Ojol Semarang, Dewi, mengaku senang dengan rencana program yang disampaikan oleh Taj Yasin.

Ia menyebut pekerjaan sebagai driver ojol kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat dan memiliki risiko mengalami tindakan kekerasan. Meski demikian, selama tujuh tahun bekerja, ia mengaku belum pernah mengalami kekerasan fisik.

Namun, Dewi pernah mengalami kekerasan verbal ketika mengantar pelanggan dari Kota Semarang menuju Salatiga. Ia menilai selama dirinya tidak memberi peluang terjadinya tindakan yang lebih jauh, dirinya masih bisa menjaga keamanan.

“Saya berterima kasih perhatian Pemprov Jawa Tengah yang sangat melindungi perempuan. Mantap,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Semarang, M Haikal Zalfah juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada mahasiswa Aceh yang terdampak bencana.

Ia mengaku terkesan karena bantuan yang diberikan tidak hanya berlangsung selama tiga bulan, tetapi masih terus diperhatikan hingga saat ini.

“Bantuan yang diberikan kepada kami tidak hanya selama tiga bulan saja, tetapi sampai sekarang masih dipikirkan. Kami selaku mahasiswa Aceh di Semarang mengucapkan terima kasih sebesar-sebasarnya kepada Pemprov Jateng,” ujarnya di sela acara. (*)

LAINNYA
x