Pengolahan Sampah di Taman Indonesia Kaya Diperkuat, Dukung Program Semarang Bersih

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 19:34 17 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) meningkatkan sistem pengolahan sampah di taman-taman kota sebagai bagian dari dukungan terhadap program Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yakni Semarang Bersih.

Program Semarang Bersih mengusung pendekatan zero waste berbasis masyarakat. Fokusnya meliputi pemilahan sampah dari rumah tangga, penguatan bank sampah, pengembangan aplikasi “ASN Wegah Nyampah”, hingga pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Jatibarang.

Langkah tersebut sejalan dengan Keputusan Wali Kota Semarang Nomor 600.4/122 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Rencana Aksi Akselerasi Penuntasan Pengelolaan Sampah Kota Semarang Tahun 2025–2026. Dalam kebijakan itu, pengelolaan sampah dari sumber atau hulu menjadi prioritas utama, termasuk di ruang terbuka hijau (RTH) publik seperti taman kota.

Sebagai pengelola taman, Disperkim menambah fasilitas tempat sampah tiga pilah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik, serta menyediakan tong komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Program ini diawali di Taman Indonesia Kaya yang dikenal sebagai salah satu taman strategis dengan tingkat kunjungan tinggi di Kota Semarang.

Taman tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari rekreasi, kegiatan sosial, budaya, hingga penyelenggaraan acara besar. Karena itu, pengelolaan sampah di lokasi ini dinilai penting sebagai percontohan.

Kepala Disperkim, Murni Ediati, menjelaskan bahwa penambahan sarana ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, penggunaan komposter diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, menekan emisi gas rumah kaca, serta mendukung kesuburan tanah secara alami sesuai prinsip keberlanjutan.

Ke depan, Disperkim juga berencana mengembangkan pengelolaan sampah anorganik menjadi ecobrick sebagai bagian dari inovasi pengurangan limbah plastik.

Dengan upaya ini, taman kota diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik yang nyaman untuk bersosialisasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Pemerintah Kota Semarang menargetkan langkah tersebut mampu memperkuat visi menjadikan Semarang sebagai kota hijau yang bersih dan berkelanjutan. (*)

LAINNYA
x