Penutupan Bulan Dana PMI 2025, Wakil Bupati Dorong Inovasi dan Partisipasi WargaNALARMEDIA.COM – Palang Merah Indonesia Kabupaten Jepara diminta untuk selalu siap siaga sebagai garda terdepan dalam penanganan situasi darurat dan bencana yang kerap terjadi secara tiba-tiba. Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting mengingat peran PMI yang sangat strategis dalam respons kemanusiaan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar saat menutup kegiatan Bulan Dana PMI sekaligus menyerahkan hasil penghimpunan dana dan donasi PMI tahun 2025 di Ruang RMP Sosrokartono, Rabu (21/1/2026). Ia menilai, sepanjang 2025 PMI Kabupaten Jepara berhasil menjadi mitra strategis pemerintah, baik dalam menjaga ketersediaan stok darah maupun merespons cepat berbagai bencana seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.
Menurutnya, keberadaan PMI yang kuat sangat menentukan kecepatan dan efektivitas penanganan kemanusiaan di daerah. Tanpa dukungan PMI yang andal, respons terhadap kondisi darurat dinilai akan berjalan lambat dan berisiko.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa penghimpunan Bulan Dana PMI Kabupaten Jepara tahun 2025 mencapai Rp1,7 miliar. Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp2,4 miliar, capaian tersebut dipandang sebagai tantangan untuk melakukan pembenahan dan pengembangan ke depan.
Ia menekankan bahwa penurunan perolehan dana harus dijadikan bahan evaluasi bersama, sekaligus mendorong PMI untuk terus berinovasi agar partisipasi serta kepercayaan masyarakat dapat ditingkatkan.
Selain itu, Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya pengelolaan dana secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam pelayanan donor darah maupun kesiapsiagaan bencana.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, PMI, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadikan dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan sebagai tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. (***)